Sertijab Danpasmar
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta Polisi Militer menindak tegas beberapa anggota TNI AL yang menganiaya seorang anak SD Negeri 01 Ciganjur, Jakarta Selatan, berinisial T hingga babak belur dan masuk rumah sakit. T ketika itu dipukuli di komplek TNI gara-gara dianggap mencuri burung.
"Tapi kalau benar, TNI itu kan ada Polisi Militer, akan tindak," kata Ahok di Hotel Century, Jakarta, Rabu (13/1/2016).
Sekujur tubuh T luka lebam, terutama pada bagian punggung dan bibir. Saat ini, dia masih dirawat intensif di Rumah Sakit Prikasih, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Kepala SD Negeri 01 Ciganjur, Widiastuti Irene, mengaku baru mengetahui T menjadi korban penganiayaan kemarin, Selasa (12/1/2016). Guru sekolah mencari-cari T karena dia tidak masuk sekolah pada hari Senin (11/1/2016).
"Hari Senin kemarin anak ini tidak sekolah. Kan gurunya bertanya-tanya kenapa ini," kata Widiastuti kepada Suara.com.
Kasus penganiayaan terjadi pada hari Minggu (10/1/2016) sekitar jam 15.00 WIB. Belakangan diketahui, tuduhan anggota Marinir terhadap T tidak terbukti.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara