Suara.com - Ketua Umum partai Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie meminta Agung Laksono untuk menyudahi pertikaian. Ia bahkan meminta Agung Laksono dan kubunya untuk hadir dan bersama-sama membahas Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Rapimnas Golkar yang ia selenggarakan.
"Sudahlah, Pak Agung itu suruh ikut lah (Rapimnas). Pemerintah sudah mau hadir kok masih ribut saja," kata Ical di sela-sela Rapimnas Golkar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (24/1/2016).
Ical mengklaim, kepengurusannya telah mengundang Agung Laksono untuk hadir dalam Rapimnas, namun sampai sekarang yang bersangkutan tak hadir. Meski begitu ia tak bisa memaksakan Agung dan kubunya untuk hadir.
"Kami sudah mengundang sepenuhnya datang kemari, tapi kok tidak datang. Itu hak mereka untuk tidak datang," ujar dia.
Ical yakin usulannya untuk menggelar Munaslub akan disepakati dalam Rapimnas ini. Jika disepakati, maka Munaslub yang direncanakan sebelum bulan Ramadan nanti sah dan sesuai AR-ART karena semua pengurus Golkar tingkat provinsi hadir.
"Munaslub harus diambil berdasarkan lebih dari 2/3 DPD (dewan pengurus daerah) tingkat satu partai Golkar. Seluruh DPD Provinsi hadir, sehingga bisa diambil keputusan," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum
-
Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?
-
Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru
-
Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?
-
Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit
-
Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol
-
DPR Soroti Rencana WFH ASN: Desain Kebijakan Harus Matang, Jangan Ganggu Layanan Publik
-
Kata-kata Terakhir Menara Pengawas Sebelum Pesawat Air Canada Tabrak Truk: 2 Pilot Tewas
-
Status Tahanan Rumah Gus Yaqut Terungkap dari Istri Noel, Transparansi KPK Disorot
-
Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Ahmad Sahroni Ingatkan KPK: Jangan Sampai Kabur dan Cederai Institusi