Suara.com - Jessica Kumala Wongso (27) tutup mulut saat ditanya prihal kedatangannya di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary No. 4B, Menteng, Jakarta Pusat. Bahkan dia menolak wajahnya dijepret kamera foto.
Teman Wayan Mirna Salihin, perempuan yang dibunuh karena diracun itu datang mengenekan pakaian jenis tank top berwarna hitam. Dia juga mengenakan jaket berwarna pink.
Jessica terlihat santai tanpa panik sedikit pun. Hanya saja dia tetap tak mau menjelaskan kepada pekerja media maksud kedatanganya.
Sambil menebar senyum kepada jurnalis, Jessica yang tiba sekitar pukul 13.25 WIB dan ditemani dua kuasa hukumnya juga terlihat tidak begitu nyaman dengan aksi fotografer yang tengah mengabadikan gambar dengan menggunakan lampu kilat.
"Sudah ya, kan sudah banyak ambil foto saya kan, sudah ya," kata Jessica di Kantor Komnas HAM, Rabu (27/1/2016).
Hingga kini Jessica dan dua orang kuasa hukumnya beserta Komisioner Komnas HAM, Siena Indriani masih melakukan pertemuan secara tertutup.
Nama Jessica mencuat karena diduga terlibat dalam kasus kematian temannya, Wayan Mirna Salihin (29). Mirna meninggal dunia setelah minum es kopi Vietnam mengandung racun sianida di kafe Olivier, Grand Mall Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2016).
Mirna meninggal dunia usai minum kopi mengandung sianida di kafe Olivier. Dua teman Mirna, Jessica dan Hani ada di meja yang sama saat peristiwa terjadi. Kedua teman Mirna pun menjadi saksi penting dalam kasus ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Usut Aliran Uang Pemerasan! KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 40 Hari
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Duka Masyarakat Adat di DPR: Tanah Warisan Leluhur Hilang, Anak Buta Huruf karena HGU
-
Pengamat Sentil Pemerintah: Perbesar Telinga untuk Dengar Suara Rakyat!
-
Nama Dedi Congor Muncul di Sidang, KPK Telusuri Aliran Dana Rp30 Miliar dari Bos Blueray Cargo
-
Satu Suara dengan Megawati, GNB Singgung Keresahan Sama Soal Kondisi Bangsa
-
Keir Starmer Mundur, Andy Burnham Calon Kuat Perdana Menteri Inggris Baru