Suara.com - Negeri Gajah Putih, Thailand tengah geger dan menggilai hal yang tidak 'masuk akal'. Banyak warga yang banyak membawa boneka berbentuk anak perempuan di jalan-jalan pusat kota Bangkok.
Boneka itu dinamai look thep atau "malaikat kecil". Geger ini disebut-sebut akibat kecemasan situasi politik dan ekonomi selama 2 tahun masa kudeta Thailand.
Di Thailand, masyarakatnya memang percaya dengan hal mistis. Ini terjadi sejak 30 tahun belakangan. Mereka banyak membahas soal animisme, astrologi dan ilmu hitam.
Look thep adalah boneka plastik bayi dengan ukuran 1:1 sama seperti ukuran bayi nyata. Boneka ini bayak dijual di toko atau situs online.
Boneka ini dipercaya mengundang roh baik hati dan membawa keberuntungan. Mananya Boonmee, salah seorang pedangang di pasar mengatakan bonekanya membawa keberuntungan di tengah kesulitan ekonomi.
"Perekonomian buruk sekarang. Semua orang perlu sesuatu untuk pegangan," kata Boonmee.
Masing-masing boneka yang dimiliki punya nama. Misalnya milik Boonmee bernama Nong Petch atau bayi permata. Boneka itu dipercaya memberitahu nomor lotre yang hendak dipertaruhkan.
Wakil Direktur Jenderal Departemen Kesehatan Mental Kemenkes Thailand, Panpimon Wipulakorn krisis ekonomi memperburuk fenomena tersebut.
"Selalu ada kelompok dalam masyarakat Thailand yang memegang keyakinan tersebut dan kekhawatiran ekonomi hanya membantu untuk meningkatkan keyakinan ini," kata Panpimon kepada Reuters.
"Orang-orang ini tidak memiliki masalah dengan kesehatan mental," kata dia lagi.
Boneka itu bisa dibeli dengan harga 1.500 baht atau sekitar 40 dolar Amerika Serikat. Yang paling mahal 30.000 baht atau sekitar 800 dolar AS.
Di sana boneka ini menjadi bisnis menjanjikan. Banyak penduduk Bangkok yang 'kaya mendadak'. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran
-
DPRD DKI Kritik Perizinan Rumah Ibadah di Jakarta yang Masih Berlarut-Larut
-
Jalankan Instruksi Prabowo, Kemnaker Siap Perluas Program Magang ke Luar Negeri
-
Siasat Ngirit KSAU: Pesawat Tempur Latihan Sambil Patroli, Hemat BBM Tanpa Kurangi Pengawasan
-
Kronologi AS-Iran Kembali Memanas Gegara Ulah Israel, Gencatan Senjata Gagal?
-
Kemnaker Usul Tambah Kuota Program Magang 2026 hingga 150 Ribu Orang
-
Meski Sepakat Gencatan Senjata, Donald Trump Blak-blakan Militer AS Masih Siaga di Dekat Iran
-
Sentil BGN Borong Motor Listrik, Hasto PDI-P: Belajarlah dari Gojek, Jangan Hamburkan Anggaran
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar, Bantah Terima Dana Rp50 M di Kasus Ijazah Jokowi
-
AMSI Minta Dewan Pers Lindungi Magdalene dari Pembatasan Akses Konten