Suara.com - Kepolisian Thailand membawa tersangka pemboman di kawasan wisata Thailand di Bangkok untuk menjalani rekonstruksi. Rekonstruksi itu dilakukan, Sabtu (26/9/2015) siang.
Sebelumnya, 14 orang asing menjadi korban serangan bom di pusat wisata di Bangkok. Ini menyebabkan sektor pariwisata Negeri Gajah Putih itu lumpuh.
Dua tersangka pemboman di bawa ke Kuil Erawan dan pusat pembelanjaan di Bangkok. Di sana peristiwa pengeboman terjadi.
Dua lelaki itu diborgol dan mengenakan pelindung badan berwarna hitam. Warga sekitar menonton rekonstruksi itu.
Juru bicara kepolisian nasional Prawut Thawornsiri menjelaskan salah satu dari dua laki-laki adalah pria berbaju kuning yang sama terlihat di rekaman keamanan. Dia dituduh menempatkan ransel yang berisi bom saat ledakan terjadi.
"Kami sekarang telah mengidentifikasi dia sebagai orang yang membunuh 20 orang dan melukai banyak lainnya," kata Prawut.
Orang kedua yang ditangkap, Yusufu Mieraili, menggunakan ponsel untuk memicu bom. Prawut mengatakan tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Sementara sampai sekarang motif serangan itu masih belum jelas. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
-
Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun
-
Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial
-
Akui Sakit Gigi di Depan Hakim, Noel Ebenezer Minta Izin ke Dokter Setelah Sidang
-
Pertama Kali, Dompet Dhuafa Hadirkan Program Kurban Unta pada THK 1447 H
-
Akan Dengar Tuntutan Jaksa, Noel Ebenezer Ngaku Deg-Deg Ser: Ada Rasa Takut
-
Ngeluh Sakit Gigi Jelang Sidang Tuntutan Kasus Pemerasan K3, Noel: Muka Kayak Digebukin Tahanan!
-
KPAI Catat 2.144 Korban Keracunan MBG dalam 4 Bulan, Penyebab E. Coli hingga Bahan Tak Segar
-
Komnas HAM Sebut Kasus Daycare Little Aresha Bukan Pelanggaran HAM Berat
-
Sekolah Rakyat Brebes Mulai Jalan Juni, Wamensos Minta Penjangkauan Siswa Tepat Sasaran