Suara.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly meminta Badan Narkotika Nasional yang dipimpin Budi Waseso (Buwas) untuk melaporkan kepada dirinya apabila tahu ada jaringan narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan.
"Kalau ada jaringan di dalam (Lapas), beritahu saya ya. Itu Polri dan BNN ambil saja dan lapor saya," katanya saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Rabu.
Pernyataan Yasonna tersebut sebagai tanggapan dari Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso yang mengancam akan menyerbu sejumlah lapas yang terbukti menjadi sarang peredaran narkoba.
Budi Waseso atau yang biasa dipanggil Buwas mengeluhkan prosedur yang berbelit ketika ada anggotanya yang hendak melakukan pemeriksaan di dalam lapas.
Yasonna mengatakan hingga saat ini Kementerian Hukum dan HAM sudah memiliki kesepakatan dengan BNN untuk memindahkan narapidana bandar narkotika yang memiliki jaringan untuk dipindahkan ke Lapas Gungun Sindur.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa sudah ada kavling yang aman dan diawasi langsung oleh BNN.
Menkumham juga tidak memungkiri bahwa ada segelintir sipir lapas yang "nakal".
"Saya kira pasti ada satu-dua orang, tapi mereka tahu risikonya. Petugas kita ikutan (jaringan narkoba) dan menghalangi (operasi petugas BNN), ada pelanggaran pidana," kata Yasonna.
Buwas menceritakan tentang pemeriksaan yang dilakukan oleh anggota BNN di salah satu lapas di Bali dan mendapat hambatan prosedural.
Karena terhambat masalah prosedur tersebut, kata Buwas, anggotanya gagal menangkap pelaku karena barang bukti yang sudah hilang. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan
-
Bebas Eksplorasi Aroma, Begini Cara Baru Menemukan Parfum yang Cocok