Suara.com - Marc Marquez akui timnya masih harus bekerja ekstra keras menciptakan settingan motor yang tepat untuk musim balap MotoGP 2016. Hal itu dilihatnya usai mendapat hasil kurang memuaskan selama tiga hari tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, (1-3/2) lalu.
Selama tiga hari tes, prestasi terbaik pebalap Repsol Honda itu hanyalah peringkat ketiga. Catatan itu didapatnya di hari terakhir tes, kemarin. Namun, anehnya catatan waktunya itu hampir tak ada perkembangan yang signifikan.
Jika di hari terakhir tes pebalap berjuluk The Baby Alien itu mencatatkan waktu 2 menit 0,883 detik. Sedangkan, di hari kedua catatan waktunya jauh lebih tajam sedikit; 2 menit 0,843 detik.
Dan kondisi yang makin menggerahkan Marquez adalah duo Yamaha Movistar, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, mengakhiri tes pramusim di Sepang dengan menempati peringkat satu dan dua.
Marquez menyebut kendala elektronik jadi penyebab utama dia tak bisa memaksimalkan motor Honda RC213V tunggangannya.
"Masalah persisnya masih kami cari tahu. Tapi, saya merasa masalahnya ada di sistem elektronik yang masih jauh dari parameter yang tepat. Kami sudah coba berbagai hal, tapi tak ada perbedaan signifikan di sistem elektronik dan parameternya," ujar Marquez kepada Solomoto.
"Secara umum, kami memiliki mesin yang agresif, tapi kami masih harus bekerja untuk membuat sistem elektronik ini benar-benar bisa mengendalikan motor dengan baik," pungkas Marquez, 22 tahun. (Solomoto)
Hasil Tes Pramusim Duet Yamaha dan Honda
Hari Pertama, Senin (1/2)
Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha/YZR-M1): 2 menit 0,684 detik - Peringkat 1
Valentino Rossi (Movistar Yamaha/YZR-M1): 2 menit 1,717 detik - Peringkat 2
Dani Pedrosa (Repsol Honda/RC213V): 2 menit 1,780 detik - Peringkat 3
Marc Marquez (Repsol Honda/RC213V): 2 menit 2,278 detik - Peringkat 7
Hari Kedua, Selasa (2/2)
Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha/YZR-M1): 2 menit 0,155 detik - Peringkat 2
Valentino Rossi (Movistar Yamaha/YZR-M1): 2 menit 1,021 detik - Peringkat 6
Dani Pedrosa (Repsol Honda/RC213V): 2 menit 1,475 detik - Peringkat 12
Marc Marquez (Repsol Honda/RC213V): 2 menit 0,843 detik - Peringkat 4
Hari Ketiga, Rabu (3/2)
Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha/YZR-M1): 1 menit 59,580 detik - Peringkat 1
Valentino Rossi (Movistar Yamaha/YZR-M1): 2 menit 0,556 detik - Peringkat 2
Dani Pedrosa (Repsol Honda/RC213V): 2 menit 1,161 detik - Peringkat 6
Marc Marquez (Repsol Honda/RC213V): 2 menit 0,883 detik - Peringkat 3
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang