Suara.com - Iran akan terus mengembangkan program senjata nuklirnya dan tidak boleh dianggap sebagai ancaman bagi negara-negara tetangga dan sahabat. Pernyataan ini diungkapkan oleh Panglima Militer Iran pada Kamis (4/2/2016) seperti dikutip kantor berita semiresmi, Fars.
Berdasarkan kesepakatan yang dicapai antara Iran dan enam kekuatan dunia pada 2015, sebagian besar sanksi internasional yang diterapkan kepada Iran terkait program nuklirnya telah dicabut bulan lalu.
Namun, sanksi-sanksi yang dijatuhkan terhadap Iran karena masalah program peluru kendali (rudal) tidak dicabut.
Seperti yang diamanahkan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 20 Juli untuk mendukung kesepakatan itu, Iran masih "diimbau" untuk menahan diri hingga delapan tahun dari kegiatan terkait peluru kendali balistik -yang dirancang untuk melontarkan senjata nuklir.
Pada Oktober, Iran melanggar larangan PBB dengan melakukan uji coba peluru kendali balistik dengan ketepatan tinggi hingga membuat Amerika Serikat mengeluarkan ancaman untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi.
Pada Desember, Presiden Iran Hassan Rouhani memerintahkan agar program peluru kendali Iran dikembangkan.
"Kemampuan peluru kendali Iran serta program rudal akan menjadi lebih kuat. Kita tidak memberi perhatian dan tidak menerapkan resolusi-resolusi melawan Iran, dan (pengembangan rudal) ini bukan merupakan pelanggaran kesepakatan nuklir," kata panglima militer Ataollah Salehi seperti dikutip Fars.
"Program rudal kita bukan ancaman terhadap kawan-kawan kita tapi menjadi ancaman bagi musuh-musuh kita. Israel harus mengerti apa artinya," kata Salehi.
Teheran menolak untuk mengakui Israel sejak revolusi Islam pada 1979. Penentangan terhadap Israel merupakan kebijakan sentral di negara yang didominasi Muslim Syiah tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Pasokan Rudal Iran Meningkat Pesat, Siap-siap Jika Perundingan Damai dengan AS Gagal Lagi
-
Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS - Iran Tak Batal Damai
-
2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik
-
80 Persen Rudal Jarak Jauh Amerika Serikat Terkuras di Perang Iran
-
Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan