Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tidak dilarang. Sebab hal itu adalah urusan yang bersifat personal.
Menurut JK, selama kelompok tersebut tidak meresahkan masyarakat tidak perlu dipermasalahkan.
"Kan tidak ada yang melarang selama urusan pribadi. Tidak ada yang tahu prilaku anda apakah LBGT atau tidak," kata Kalla di kantornya, Jakarta, Kamis (18/2/2016).
Dia menambahkan, tidak perlu ada regulasi bahkan undang-undang yang mengatur kelompok LGBT tersebut.
"Undang-undang apa? (tidak perlu). Dalam hal ini tidak perlu mencampuri urusan orang bersifat pribadi. Kecuali mereka mengajak, ayo ayo kita (jadi) lesbi, gay," imbuh dia.
Sebelumnya Wapres Kalla di Jakarta, Senin (15/2) menuturkan, perilaku seksual yang menyimpang memang merupakan urusan pribadi masing-masing orang, namun hal itu tidak perlu diutarakan kepada publik apalagi mengajak orang lain untuk ikut mendukung berbagai kegiatan terkait kelompok LGBT.
"Kita ini di Indonesia tetap berdasarkan kepada moral, budaya dan keagamaan. Jadi belum bisa dipakai itu," tandas Kalla.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Regulasi Pajak Motor atau Mobil Bekas Tanpa KTP Pemilik Lama
-
Setelah B50, Kementerian ESDM Kejar Target B60 2027
-
Kredit BRI Tumbuh 16,2%, Kualitas Aset Membaik dan Saham BBRI Jadi Pilihan Analis
-
Febri Diansyah Berharap Kasus Febrie Adriansyah Cepat Disidang, Ini Alasannya
-
Kinerja Semester I Lampaui Ekspektasi, Saham BBRI Direkomendasikan Buy oleh Analis
-
Tanpa EBT, Subsidi Energi Berpotensi Bengkak Sebesar Rp 300 Triliun
-
Solusi Pamungkas Masalah Bangsa: Ganti Pemimpin atau Tukar Tambah Rakyat?
-
Laba BRI Tumbuh 17,5%, Sejumlah Analis Beri Rekomendasi Buy untuk Saham BBRI
-
Kemunculan Honor Magic 9 Pro Makin Dekat, Bawa Kamera Sinematik 200MP ARRI
-
Analis Kompak Rekomendasikan Buy Saham BBRI, Kinerja Semester I 2026 Dinilai Positif