Suara.com - Aparat Kepolisian Resor Blitar Kota, Jawa Timur, menangani kejadian kematian seorang tahanan yang meninggal di dalam kamar mandi tahanan setempat.
"Korban tidak segera keluar dari kamar mandi, dan teryata ia ditemukan bunuh diri tergantung di dalam kamar mandi," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Blitar Kota AKP Dhanang Yudanto di Blitar, Selasa.
Tahanan yang meninggal dunia tersebut diketahui bernama Nuryadin (50) asal Desa Tumpak Oyot, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Ia juga belum lama menjadi penghuni tahanan Polres Blitar Kota, baru sekitar 10 hari lalu.
Ia ditangkap di rumahnya oleh petugas Polres Blitar Kota terkait kasus dugaan mengedarkan uang palsu. Dari rumahnya, saat digeledah, petugas hanya menemukan dua lembar uang palsu pecahan 100 ribu.
Kejadian itu membuat tahanan menjadi gempar, sehingga petugas pun juga langsung mengecek yang terjadi. Setelah mendapatkan laporan, petugas berupaya mengevakuasi tubuh korban dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo, Kota Blitar.
Keluarga Nuryadin tidak nampak terlihat ikut menjemput jenazah almarhum yang sudah berada di rumah sakit. Hanya ada perangkat desa yang datang ke lokasi dengan alasan keluarga sudah mewakilkan.
Sumianto, yang merupakan perangkat Desa Tumpakoyot mengatakan warga sangat terkejut dengan kejadian yang menimpa almarhum. Warga pun tidak mengira ia ditahan polisi karena diduga terlibat dalam kasus uang palsu.
Sumianto juga mengatakan selama ini almarhum dikenal sebagai seorang tokoh agama di desanya. Ia merupakan sosok yang sangat baik dan ramah kepada para tetangga.
"Di lingkungan, orangnya sangat baik dan ramah. Semua terkejut dengan apa yang terjadi pada dirinya," kata Sumianto.
Keluarga, kata dia, juga tambah terkejut dengan kejadian bunuh diri almarhum. Karena masih terkejut, keluarga pun mewakilkan untuk pengambilan jenazah pada perangkat desa.
Sebelumnya, almarhum ditangkap bersama dua temannya yakni, Yusron (46), seorang tukang pijat keliling asal Perumahan BTN GKR di Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, dan Edi Santoso (40), sopir truk asal Desa Gondang, Kecamatan Padas, Ngawi.
Dari tangan mereka, petugas menyita uang palsu Rp10,500 juta. Dari almarhum dan Yusron, hanya disita masing-masing dua lembar. Selebihnya, disita dari tangan Edi, yang ditangkap di rumahnya, Jumat (19/2) dini hari atau pukul 04.00 WIB. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
ITS Uji Coba Traktor Perahu Listrik, Jawab Tantangan Bertani di Lahan Gambut
-
Plot Twist Film Forgotten Ternyata Lebih Gelap dari Sekadar soal Penculikan
-
Ekspor Kopi RI Mau Digenjot 2,5 Kali Lipat, Target Rp100 Triliun!
-
Warga Agam Diduga Jadi Korban Penyekapan di Myanmar dan Memohon Pulang
-
6 Sepatu Converse Warna Putih yang Diskon Besar di Sports Station, Mulai Rp300 Ribuan
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Ini Perbedaan Fitur Suzuki XL7 Tiap Varian, Mana yang Paling Pas?
-
Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Beda Berapa Tahun? Momen Kencan di Museum Bikin Gemas
-
Realita Generasi Bertahan: Gaji Jalan di Tempat, Kebutuhan Lari Kencang
-
Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas