Ilustrasi pengadilan. (Shutterstock)
Fayan Siahaan yakin anaknya, Ucok Munandar, masih hidup. Ucok merupakan aktivis yang dihilangkan secara paksa oleh rezim Orde Baru pada 4 Mei 1997.
Hari ini, sejumlah perwakilan keluarga aktivis korban pelanggaran HAM kumpul di kantor Kontras, Jalan Kramat II, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan pernyataan sikap atas surat Kejaksaan Agung yang berencana meniadakan proses hukum atas kasus-kasus pelanggaran HAM berat.
"Untuk kasus penghilangan paksa belum bisa dilakukan rekonsiliasi, karena belum ada proses pencarian yang dilakukan oleh kejaksaan. Karena ada kemungkinan anak kami itu masih ada, entah dimana pun keberadaannya saat ini," kata Fayan di kantor Kontras.
Fayan mengatakan seharusnya anaknya beserta belasan aktivis lainnya dicari dulu secara serius untuk memastikan masih ada atau tidak. Sekarang, kata dia, upaya pencarian saja belum dilakukan, lalu kejaksaan akan melakukan upaya rekonsiliasi. Itu yang dia protes.
"Kami merasakan bahwa ini pembohongan, kami akan tetap melakukan perjuangan, agar pencarian itu tetap dilaksanakan. Kami percaya, saksinya masih ada, itu, kan kejadian tahun 1998, Prabowo masih ada, dan sembilan orang alin yang diculik dan dikembalikan masih ada, yang tiga belas ini dimana," kata Fayan.
Fayan menambahkan aparat bisa menggali informasi melalui Desmond Junaidi Mahesa, mantan korban penculikan yang sekarang gabung di Partai Gerindra atau partai yang dipimpin Prabowo Subianto.
"Sangat menggelikan dan memuakkan kalau Jaksa Agung mengatakan seperti ini (ingin rekonsiliasi)," kata Fayan.
Hari ini, sejumlah perwakilan keluarga aktivis korban pelanggaran HAM kumpul di kantor Kontras, Jalan Kramat II, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan pernyataan sikap atas surat Kejaksaan Agung yang berencana meniadakan proses hukum atas kasus-kasus pelanggaran HAM berat.
"Untuk kasus penghilangan paksa belum bisa dilakukan rekonsiliasi, karena belum ada proses pencarian yang dilakukan oleh kejaksaan. Karena ada kemungkinan anak kami itu masih ada, entah dimana pun keberadaannya saat ini," kata Fayan di kantor Kontras.
Fayan mengatakan seharusnya anaknya beserta belasan aktivis lainnya dicari dulu secara serius untuk memastikan masih ada atau tidak. Sekarang, kata dia, upaya pencarian saja belum dilakukan, lalu kejaksaan akan melakukan upaya rekonsiliasi. Itu yang dia protes.
"Kami merasakan bahwa ini pembohongan, kami akan tetap melakukan perjuangan, agar pencarian itu tetap dilaksanakan. Kami percaya, saksinya masih ada, itu, kan kejadian tahun 1998, Prabowo masih ada, dan sembilan orang alin yang diculik dan dikembalikan masih ada, yang tiga belas ini dimana," kata Fayan.
Fayan menambahkan aparat bisa menggali informasi melalui Desmond Junaidi Mahesa, mantan korban penculikan yang sekarang gabung di Partai Gerindra atau partai yang dipimpin Prabowo Subianto.
"Sangat menggelikan dan memuakkan kalau Jaksa Agung mengatakan seperti ini (ingin rekonsiliasi)," kata Fayan.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Pakai Baju Oranye dan Tangan Terikat, Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
-
Deddy Sitorus PDIP Semprot NasDem dan Demokrat: Fokus Urus Partai Sendiri yang Sedang Digerogoti!
-
PSI Disebut Tarik Kader dari Partai Lain, Pengamat Singgung Krisis Figur
-
Kronologi Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Beton di Cikoko, Tak Ada Penumpang di Dalamnya
-
Jakarta Fair 2026 Tembus 1,5 Juta Pengunjung, Sekda DKI Optimistis Ekonomi Jakarta Tetap Kuat
-
Israel Laporkan Kasus Suspek Ebola Kedua, Pasien Baru Pulang dari Kongo
-
Surat Cinta Siswi SD di Nias Utara untuk Prabowo: Bisa Menabung Berkat MBG
-
Sambil Berseru Allahuakbar, Roy Suryo Tinggalkan RS Polri Menuju Polda Metro Jaya
-
Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat
-
BPBD dan Dinkes Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang