Suara.com - Pengadilan di Turki hari ini memvonis dua warga Suriah dengan hukuman 4 tahun penjara, atas kasus tewas tenggelamnya lima orang di perairan kawasan barat daya Turki, September 2015 lalu.
Seperti dilansir kantor berita Dogan, salah satu dari kelima pengungsi yang tewas itu adalah Aylan Kurdi, bocah usia 3 tahun yang tubuhnya ditemukan terdampar di pantai, serta kemudian mengundang simpati dan reaksi internasional. Aylan saat itu tewas tenggelam bersama ibu dan kakaknya, saat bersama sekelompok pengungsi hendak menuju Yunani dengan perahu.
Sejak kejadian tewasnya Aylan, Uni Eropa pun lantas harus berhadapan dengan peningkatan krisis, berupaya mengurusi ratusan ribu pengungsi dari Suriah dan sekitarnya. Krisis yang ternyata cukup berat, yang bahkan mengancam pecahnya persatuan organisasi dengan 28 negara anggota itu.
Presiden Dewan Uni Eropa, Donald Tusk, kebetulan berkunjung ke Turki pada Jumat (4/3/2016) ini, demi mengarahkan kerja sama yang lebih baik dalam penanganan masalah pengungsi. Hal itu dilakukan menjelang digelarnya pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa pada Senin (7/3) depan.
Dipuji karena sejauh ini telah menerima sekitar 2,5 juta pengungsi dari Suriah yang didera perang saudara bertahun-tahun, Turki yang masih merupakan kandidat anggota Uni Eropa, kini tengah dalam tekanan dari negara lainnya. Desakan terutama menginginkan agar Turki menghentikan langkah para pengungsi menuju kawasan Eropa lainnya. [Reuters]
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!