Suara.com - Istana meluruskan pemberitaan yang mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo saat menutup Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam kelima di JCC, Senayan, Senin (7/3/2016), yang berisi sikap untuk memboikot produk Israel.
"Yang dimaksud boikot produk itu bukan barang. Boikot dalam hal ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan Israel di tanah, pendudukan Palestina. Hal itu bisa bermacam-macam," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi kepada wartawan, Rabu (9/3/2016).
Menurut Johan banyak media massa salah menafsirkan pernyataan Presiden Jokowi mengenai sikap pemboikotan produk Israel yang merupakan hasil KTT Luar Biasa OKI yang dituangkan dalam resolusi dan deklarasi Jakarta untuk mendukung Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.
"Jadi sekarang melebar kemana-mana, seolah-olah boikot produk berupa barang, bukan itu yang dimaksud Presiden. Jadi boikot mengenai segala sesuatu yang dilakukan Israel di tanah pendudukan Palestina," ujar dia.
Dalam konferensi pers usai menutup KTT Luar Biasa OKI, Jokowi menyerukan kepada negara Islam dunia untuk bersatu mendukung kemerdekaan Palestina serta melalui OKI melakukan tekanan terhadap Israel untuk menghentikan pendudukan Palestina.
"Kami negara negara OKI menyerukan penghentian penjajahan Israel terhadap Palestina. Melarang produk-produk Israel masuk di negara-negara dunia Islam. Kemudian komitmen lindungi Al-Quds Al Sharif. KTT ini dihadiri 605 delegasi, dan dua organisasi perwakilan Internasional," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
KPPPA Respons Pengakuan Aurelie Moeremans soal Child Grooming: Korban Harus Berani Speak Up!
-
Duka Banjir Cilincing, Pramono Anung Janji Beri Bantuan Usai 3 Warga Tewas Tersengat Listrik
-
Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker
-
47 Hari Pascabanjir, Aceh Tamiang Masih Terjebak Krisis Kesehatan dan Air Bersih
-
Gugatan Dikabulkan, Komisi Informasi Pusat Wajibkan KPU Serahkan Salinan Ijazah Jokowi
-
BMKG Rilis Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta Hari Ini
-
Fauzan Ohorella Soroti Kasus Ijazah Jokowi yang Mandek, Polda Metro Jaya Diminta Bertindak Tegas
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional