Suara.com - Nitria Danu Kusuma (35) dan Filipus Defris (34) kini meringkuk di tahanan Polsek Pasar Minggu. Mereka terjerat kasus penipuan dengan modus wedding organizer.
Salah satu korbannya adalah pasangan calon suami istri Bayu (35) dan Karina.
Bayu bercerita awal mula tergiur tawaran tersangka. Dia tertarik dengan tawaran paket wedding planner karena murah dan fasilitas yang ditawarkan bagus.
Ketika itu, dia membayar WO sebesar Rp65 juta dengan fasilitas, di antaranya gedung pernikahan, jasa fotografer profesional, catering, dan paket rias plus bulan madu ke Pulau Dewata.
"Iya mas saya cari tempat menikah. gimana nggak tergiur, apalagi harga dan paket yang ditawarkan, apalagi paket bulan madu ke Bali juga," kata Bayu di kantor Polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (10/3/2016).
Sebenarnya di lubuk hati Bayu ketika itu terbersit kecurigaan karena harga paket begitu begitu murah.
"Kecuriagaan lain, kami selalu dihalangi oleh pihak gedung. Setiap kali ingin ketemu pihak gedung pasti selalu tak bisa," Bayu menambahkan.
Tapi, Bayu yakin saja karena tersangka Nitria merupakan teman sekolah calon istrinya.
"Saya mas udah transfer 65 juta rupiah. Tapi suruh bayar lagi sampai tiga kali sampai jumlahnya 109 juta rupiah," ujar Bayu.
Bayu sempat melihat gedung yang ditawarkan, setelah dicek, ternyata tersangka hanya membayar uang muka.
"Di sana ada nama saya mas sebagai penyewa. Ternyata pelaku ini hanya menyerahkan down payment sebesar lima juta rupiah," kata Bayu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku