Suara.com - China berencana membangun pusat peradilan laut antarbangsa untuk membantu melindungi kedaulatan dan hak negara itu di lautan, kata hakim China pada Minggu (13/3/2016).
Saat memberikan laporan kerja di sidang tahunan parlemen China, kepala departemen keadilan Zhou Qiang mengatakan seluruh pengadilan di penjuru China bekerja untuk memberlakukan strategi internasional, yang membangun China menjadi kekuatan laut.
Dia mengatakan, "Kami harus benar-benar menjaga kedaulatan negara, hak kelautan dan kepentingan inti China. Kami harus meningkatkan kinerja pengadilan laut dan membangun pusat peradilan laut antarbangsa." Dia tidak memberikan rincian apa pun. Belum jelas kapan pusat tersebut mulai melaksanakan tugas, di mana akan ditempatkan atau perkara seperti apa yang akan diterima," kata Zhou.
Cina mengklaim kepulauan tidak berpenghuni, yang juga didaku oleh jepang di Laut China Timur, dan juga mengklaim sebagian besar Laut China Selatan. Taiwan, Malaysia, Vietnam, Filipina dan Brunei Darussalam juga mengklaim wilayah yang sama.
Filipina telah menyerahkan sebuah kasus kepada pengadilan arbitrasi di Den Haag terkait sengketanya dengan China di Laut China Selatan, membuat marah China yang telah meminta untuk tidak ikut.
Pengakuan Cina, yang semakin meluas di Laut China Selatan bersama dengan angkatan lautnya yang semakin mutakhir, membuat suasana semakin panas di wilayah tersebut.
Zhou mengatakan sekitar 16.000 kasus maritim diketahui oleh pengadilan China pada tahun lalu, yang paling banyak di dunia. China memiliki jumlah pengadilan maritim secara global, tambah dia.
Zhou menunjuk kepada ssebuah kasus yang terjadi pada 2014 di sebuah pengadilan maritim bagian tenggara China, terkait sebuah tabrakan antara kapal pukat China dan sebuah kapal kargo berbendera Panama di perairan dekat kepulauan yang disengketakan oleh China dan Jepang di Laut China Timur.
Perkara tersebut, yang berakhir dengan penengahan, betul-betul menunjukkan kekuasaan hukum China atas wilayah itu, kata dia. (Antara)
Berita Terkait
-
Sidang Politik Terbesar China "Dua Sesi" Resmi Dimulai di Beijing
-
Tionghoa Indonesia Diminta Perkuat Identitas Nasional di Tengah Arus Investasi Asing
-
Potret Perayaan Imlek di Sejumlah Daerah di Indonesia
-
Apakah Orang Islam Boleh Merayakan Imlek? Ini Aturannya
-
Imlek Perayaan untuk Agama Apa? Begini Makna Aslinya
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
SBY dan Jokowi Dijadwalkan Silaturahmi Lebaran ke Istana Temui Prabowo Sore Ini, Bagaimana Megawati?
-
Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Meksiko Kembali Membara: Polisi Tangkap Bos Kartel Sinaloa
-
Bisa Makan Gratis di Istana! Begini Suasana Open House Presiden Prabowo Siang Ini
-
Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'
-
Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel
-
Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera
-
100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel
-
Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran
-
Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan
-
Kasatgas Tito Bersama Presiden Laksanakan Salat Idulfitri di Kabupaten Aceh Tamiang