Suara.com - Proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dibangun dengan anggaran tahun 2010-2012. Proyek berdiri di atas tanah seluas 32 hektar. Dana yang dibutuhkan untuk membangunnya mencapai Rp1,2 triliun.
Mega proyek tersebut kemudian mangkrak karena sebagian duitnya jadi bancakan pejabat di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sampai saat ini, bangunan-bangunan yang sudah berdiri di sana sama sekali tidak terurus.
Hari ini, Jumat (18/3/2016), Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi serta Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimuldjono menjenguknya.
Menurut pengamatan Suara.com di sekeliling bangunan ditumbuhi rumput dan ilalang, bahkan tingginya ada yang sampai satu meter.
Jokowi masuk ke dalam bangunan dengan menaiki anak tangga. Matanya mengamati setiap sudut.
Kondisi bangunan umumnya sudah rusak parah karena tidak dirawat. Lantainya pecah-pecah. Sebagian tiang beton juga begitu.
Di sejumlah sudut terlihat pecahan kaca dan kayu-kayu berserakan. Jokowi mengerutkan dahi.
Sesekali Kepala Negara berbincang-bincang dengan Menpora dan Menteri PU.
Jokowi kemudian mengingatkan wartawan agar berhati-hati agar tak kena pecahan material.
"Awas, hati-hati banyak pecahan kaca," ujar Jokowi.
Jokowi prihatin dengan kondisi proyek bernilai triliunan itu. Konstruksi bangunannya tidak layak dan tak sesuai standar.
"Kemudian juga bangunan ini kalau diteruskan, struktur bangunan kan harus dilihat. Harusnya besinya gede, tapi ternyata setelah di cek di lapangan malah besinya kecil. Kemudian pondasinya misalnya harus tiga meter, malah hanya satu meter. Maka ini yang akan dicek semuanya secara total," kata dia.
Kasus megaproyek tersebut telah menjebloskan sejumlah pejabat ke penjara, di antaranya mantan Menpora Andi Mallarangeng dan bekas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos