News / Nasional
Senin, 12 Januari 2026 | 12:26 WIB
Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade berbicara dengan awak media di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (12/1/2026). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)
Baca 10 detik
  • Politikus Gerindra, Andre Rosiade, mendatangi Bareskrim Polri pada Senin (12/1/2025) untuk koordinasi penindakan tambang ilegal.
  • Aksi ini dipicu oleh praktik pertambangan ilegal yang meluas di berbagai wilayah Sumatera Barat, termasuk kasus Nenek Saudah.
  • Andre Rosiade mendesak penangkapan aktor intelektual di balik tambang ilegal serta penegakan hukum tegas di daerah.

Suara.com - Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade mengambil langkah tegas guna memberantas praktik pertambangan ilegal yang kian meresahkan di Sumatera Barat.

Anggota DPR RI ini mendatangi Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta, Senin (12/1/2025), untuk berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian.

"Pagi ini saya datang ke Bareskrim Polri melakukan koordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) untuk soal kasus penambangan ilegal yang ada di Sumatera Barat," tegas Andre di lokasi.

Menurut Andre, praktik lancung ini bukan lagi hal baru, melainkan sudah menjadi rahasia umum yang menghantui berbagai wilayah di Sumbar. Ia menyebut aktivitas ilegal tersebut tersebar di aliran sungai hingga kabupaten-kabupaten kunci.

"Masyarakat luas sangat tahu bahwa tambang-tambang ilegal di sungai-sungai, di Pasaman, Pasaman Barat, di Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan, itu ada," ucapnya.

Tragedi Nenek Saudah Jadi Puncak Gunung Es

Langkah Andre ini dipicu oleh dugaan adanya kekuatan besar di balik layar. Ia menyoroti kasus pilu Nenek Saudah, seorang lansia yang diduga menjadi korban penganiayaan hanya karena berani menolak tambang emas ilegal di Pasaman.

Bagi Andre, kasus Nenek Saudah hanyalah puncak gunung es dari karut-marut pertambangan ilegal yang selama ini tersembunyi.

Ia pun mendesak Dittipidter Bareskrim Polri untuk menyisir hingga ke akar-akarnya dan menangkap para aktor intelektual di baliknya.

Baca Juga: Sikat 21 Situs Judi Online Internasional, Bareskrim Sita Rp59 Miliar dan Ringkus 5 Tersangka

Tak hanya di tingkat pusat, legislator asal Sumbar ini juga mengirim pesan keras kepada aparat penegak hukum di daerah, khususnya jajaran Polres, agar tidak main mata dan berani menindak tegas.

"Kita tidak ingin orang-orang yang selama ini berlindung dan kebal, para penambang liar, ini selamat. Untuk itu, saya datang agar ada penegakan hukum yang konkret dan terukur dan jelas. Para pelaku penambang liar dan ilegal di Sumatera Barat segera ditangkap," pungkasnya. (Antara)

Load More