- Politikus Gerindra, Andre Rosiade, mendatangi Bareskrim Polri pada Senin (12/1/2025) untuk koordinasi penindakan tambang ilegal.
- Aksi ini dipicu oleh praktik pertambangan ilegal yang meluas di berbagai wilayah Sumatera Barat, termasuk kasus Nenek Saudah.
- Andre Rosiade mendesak penangkapan aktor intelektual di balik tambang ilegal serta penegakan hukum tegas di daerah.
Suara.com - Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade mengambil langkah tegas guna memberantas praktik pertambangan ilegal yang kian meresahkan di Sumatera Barat.
Anggota DPR RI ini mendatangi Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta, Senin (12/1/2025), untuk berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian.
"Pagi ini saya datang ke Bareskrim Polri melakukan koordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) untuk soal kasus penambangan ilegal yang ada di Sumatera Barat," tegas Andre di lokasi.
Menurut Andre, praktik lancung ini bukan lagi hal baru, melainkan sudah menjadi rahasia umum yang menghantui berbagai wilayah di Sumbar. Ia menyebut aktivitas ilegal tersebut tersebar di aliran sungai hingga kabupaten-kabupaten kunci.
"Masyarakat luas sangat tahu bahwa tambang-tambang ilegal di sungai-sungai, di Pasaman, Pasaman Barat, di Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan, itu ada," ucapnya.
Tragedi Nenek Saudah Jadi Puncak Gunung Es
Langkah Andre ini dipicu oleh dugaan adanya kekuatan besar di balik layar. Ia menyoroti kasus pilu Nenek Saudah, seorang lansia yang diduga menjadi korban penganiayaan hanya karena berani menolak tambang emas ilegal di Pasaman.
Bagi Andre, kasus Nenek Saudah hanyalah puncak gunung es dari karut-marut pertambangan ilegal yang selama ini tersembunyi.
Ia pun mendesak Dittipidter Bareskrim Polri untuk menyisir hingga ke akar-akarnya dan menangkap para aktor intelektual di baliknya.
Baca Juga: Sikat 21 Situs Judi Online Internasional, Bareskrim Sita Rp59 Miliar dan Ringkus 5 Tersangka
Tak hanya di tingkat pusat, legislator asal Sumbar ini juga mengirim pesan keras kepada aparat penegak hukum di daerah, khususnya jajaran Polres, agar tidak main mata dan berani menindak tegas.
"Kita tidak ingin orang-orang yang selama ini berlindung dan kebal, para penambang liar, ini selamat. Untuk itu, saya datang agar ada penegakan hukum yang konkret dan terukur dan jelas. Para pelaku penambang liar dan ilegal di Sumatera Barat segera ditangkap," pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta
-
Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO
-
Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya
-
Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan
-
Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi
-
Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta