Suara.com - Tim pengacara Lembaga Bantuan Hukum Jakarta mendatangi Polda Metro Jaya untuk mendampingi puluhan driver Gojek yang diamankan polisi menyusul terjadinya aksi kekerasan di tengah demonstrasi sopir taksi konvensional di Ibu Kota, Selasa (22/3/2016).
"LBH Jakarta sedang mendampingi 64 sopir Gojek yang ditangkap karena salah satunya kebetulan ada yang menghubungi kami. Katanya mereka dibawa ke Polda Metro Jaya yang mereka sendiri tidak ketahui kenapa," kata salah pengacara publik LBH Jakarta Aldo Felix di Polda Metro Jaya.
Aldo menduga polisi salah tangkap. Puluhan driver Gojek yang diamankan tidak ikut menyerang taksi.
"Kita merasa bahwa polisi salah tangkap ya, bahwa sopir Gojek ini bukan pelaku kekerasan," kata dia.
Aldo mengatakan polisi mengira konvoi Gojek tadi sebagai aksi balas dendam menyusul terjadinya ketegangan di beberapa titik.
"Mereka hanya berjalan konvoi menurut keterangan mereka ada sekitar 100 orang. Mereka jalan ramai-ramai karena takut jadi korban kekerasan yang terjadi siang tadi. Tapi sepertinya disalahpahami oleh aparat penegak hukum karena malah dibawa ke polisi," kata dia.
Driver Gojek, katanya, justru khawatir menjadi korban kekerasan karena sopir taksi tadi demo menolak kehadiran transportasi berbasis aplikasi online.
Itu sebabnya, kata Aldo, tadi sesama driver Gojek sepakat untuk konvoi. Kebetulan saat konvoi berlangsung, mereka bertemu rombongan sopir angkutan umum.
"Itulah sebabnya kenapa polisi yang melihat kejadian itu mengira akan melakukan kekerasan padahal mereka sendiri pun lagi kabur karena takut menjadi korban kekerasan itu," kata dia.
Aldo mengatakan puluhan driver Gojek yang diamankan polisi sebenarnya tadi sedang menghindari lokasi-lokasi rawan bentrokan.
"Karena dia takut untuk melewati daerah tersebut makanya mereka memutuskan memutar. Jadi teman-teman nggak melakukan keributan apapun," kata dia.
Lantaran diduga salah tangkap tersebut, pihaknya meminta polisi untuk segera melepaskan mereka.
"Kita juga harapannya karena mereka bukan pelaku kekerasan malah korban salah tangkap oleh Polda Metro Jaya dilepaskan segera," kata dia.
Menurut informasi, ada 85 orang yang telah diamankan di Polda Metro Jaya dengan rincian 64 orang diamankan di gedung Sabhara Polda Metro Jaya, sedangkan 21 orang lainnya tengah menjalani pemeriksaan di gedung Dirkrimum.
Hingga berita ini diturunkan,a belum ada keterangan resmi dari kepolisian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan