Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Mohamad Sanusi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diduga menerima suap dari Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land Tbk Ariesman Widjaja yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pemberian suap dari Ariesman ke Sanusi sebesar Rp1,14 miliar diduga terkait pembahasan Raperda Rencana Zonasi dan Wilayah Pesisir Pantai Utara dan revisi Perda Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Reklamasi dan Rencana Tata Ruang Pantura Jakarta.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui adanya tarik ulur antara DPRD dengan Pemprov terkait persentase kontribusi tambahan. Pihak Pemprov menghendaki angka 15 persen, sedangkan DPRD menginginkan 5 persen.
Tarik ulur ini membuat Paripurna pengesahan dua raperda itu pun tak kunjung dilaksanakan.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Prabowo Soenirman membantah permintaan suap atas permintaan Komisi D. Ia juga menegaskan, pembahasan Raperda itu bukan domain Komisinya.
"Soal (Raperda) zonasi dan reklamasi bukan domain Komisi D dan itu adalah pekerjaan Balegda dan tidak ada permintaan (uang suap) dari komisi D," ujar Prabowo kepada suara.com, Sabtu (2/3/2016).
Prabowo membenarkan komisi yang dipimpin oleh Sanusi ini membidangi pembangunan di Jakarta, tapi urusan pembuatan aturan ada di Badan Legislasi Daerah (Balegda) yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik yang tak lain adalah kakak kandung Sanusi.
"Sanusi juga anggota Balegda," kata Prabowo.
Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Kamis (31/3/2016), KPK menemukan barang bukti uang senilai Rp1,14 miliar dari total Rp2 miliar yang sudah diberikan Ariesman. Namun, belum diketahui total "commitment fee" yang diterima Sanusi.
Terkait kasus ini KPK telah sejumlah ruangan di Kantor DPRD DKI Jakarta, antara lain ruang Ketua Komisi D yang berada di lantai 1, ruangan Wakil Ketua DPRD DKI yang terletak di lantai 9.
KPK juga menyegel ruang Kepala Perundang-undangan Sekretariat DPRD yang berada di lantai 5 dan ruangan CCTV di lantai 1.
Berita Terkait
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno