Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirim satu unit helikopter jenis MI-8 asal Rusia untuk memaksimalkan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan di Riau.
"Hari ini helikopter tersebut telah tiba di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin. Secara keseluruhan, kita memiliki dua unit heli jenis yang sama untuk penanggulangan bencana kebakaran lahan dan hutan," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, di Pekanbaru, Minggu (3/4/2016).
Dengan datangnya satu unit helikopter multifungsi asal Rusia itu, Edwar berharap penanggulangan kebakaran lahan dan hutan (karlahut) Riau yang cukup marak beberapa hari terakhir, dapat dimaksimalkan.
Secara khusus, Edwar memberikan apresiasi kepada BNPB yang mendukung penuh upaya Satgas Karlahut Riau menangani bencana menahun tersebut. "Selain itu, saya juga mengucapkan terima kasih kepada Komandan Lanud yang memberikan fasilitas apron helikopter," katanya.
Edwar mengatakan, helikopter yang diterbangkan langsung oleh pilot asal Rusia itu akan berada di Riau hingga Juni 2016 mendatang. Dia pun berharap sinergitas yang baik setiap bidang yang tergabung dalam Satgas Karlahut dapat mencegah terulangnya kebakaran yang terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sebelumnya, Riau kedatangan satu unit helikopter jenis yang sama pada akhir Maret 2016 lalu. Selama ini, helikopter MI-8 yang tiba terlebih dahulu dimaksimalkan untuk melakukan pengeboman air di wilayah pesisir Riau yang cukup marak kebakaran lahan.
"Hasilnya cukup bagus. Personel TNI, Polri, BPBD dan Manggala Agni serta MPA melakukan pemadaman jalur darat diperkuat water bombing, dapat mencegah kebakaran terus meluas," katanya. [Antara]
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat