Suara.com - Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, tak hanya terkenal dengan pernyataan dan komentarnya yang kontroversial, namun juga gaya bahasanya yang kasar dan berapi-api. Belakangan, pengusaha kaya asal New York ini mengungkap alasan dirinya selalu memilih bersikap seperti itu.
Dalam sebuah kampanye di Superior, Wisconsin, lelaki berusia 69 tahun itu mengatakan, ia memilih gaya kampanye yang menghebohkan supaya terlihat lebih menghibur.
"Saya bisa (tampil dengan gaya) presidensial, tapi jika saya presidensial, saya mungkin hanya akan bisa mendatangkan 20 persen dari Anda di sini karena saya akan menjadi membosankan sekali," kata Trump di hadapan pendukungnya dalam kampanye yang digelar di sebuah hanggar pesawat, demikian dilansir Independent, mengutip Politico.
Trump kerap dikecam karena gaya bahasanya, juga pernyataan-pernyataan bernada ancaman yang kerap ia lontarkan dalam kampanye. Salah satunya adalah kandidat presiden yang kini mundur dari kampanye, Marco Rubio. Rubio mengatakan, gaya bahasa Trump lebih mirip orang yang marah-marah.
Bahkan, istri Trump, Melania, juga pernah memperingatkan Trump akan pilihan bahasanya. Dalam sebuah wawancara dengan CNN bulan Maret silam, Melania mengatakan bahwa Trump perlu mengubah cara bicaranya apabila terpilih menjadi Presiden AS.
Namun, dalam kampanye di Wisconsin, Trump meminta izin kepada para pendukungnya agar diperbolehkan bicara dengan gayanya agak sedikit lebih lama lagi.
"Izinkan saya menjadi sosok yang non-presidensial lagi untuk sedikit waktu yang agak lama," katanya.
Trump butuh meraih 1.237 delegasi sebagai bekal maju ke konvensi Partai Republik. Sejauh ini, Trump unggul dalam perolehan delegasi, yakni dengan 737 delegasi. Saingannya, Ted Cruz baru mengumpulkan 475 delegasi, sedangkan John Kasich masih harus berjuang karena baru didukung oleh 143 delegasi.
Seperti diketahui, Trump kerap melontarkan rencana kebijakan tak populer seperti melarang imigran Meksiko masuk AS serta melarang warga Muslim masuk AS. (Independent)
Tag
Berita Terkait
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Intelijen AS Evakuasi Donald Trump Diam-diam dengan Truk Katering Bandara Turki
-
Donald Trump Umumkan Terbuka untuk Perang Lagi: Amerika Satu-satunya Pengendali Selat Hormuz
-
Babak Baru! Donald Trump Tuntut Iran Bayar Ganti Rugi Perang karena Ini
-
Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana