- Menko PM Muhaimin Iskandar melaporkan penurunan jumlah penduduk miskin ekstrem di Indonesia menjadi 2,2 juta jiwa pada September 2025.
- Pemerintah mengalokasikan dana APBN dan APBD sebesar Rp632,2 triliun untuk menjalankan program pengentasan kemiskinan ekstrem di seluruh wilayah Indonesia.
- Presiden Prabowo menargetkan angka kemiskinan ekstrem nol persen, meski terdapat 774 ribu keluarga miskin yang belum tersentuh bantuan.
Suara.com - Pemerintah mengklaim jumlah masyarakat miskin ekstrem turun lebih dari 1 juta orang dalam waktu setahun. Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memaparkan bahwa kemiskinan ekstrem turun dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025.
"Sehingga penduduk miskin ekstrim kita menjadi berjumlah 2,2 juta orang dari sebelumnya 3,56 juta orang. Ini patut kita syukuri sekaligus kita masih memiliki tanggungan 2,2 juta dari yang sebelumnya 3,56 juta orang. Pada sekitar 0,48 persen penduduk miskin ekstrem alhamdulillah telah naik kelas,” ucap Cak Imin saat membuka Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Plaza BPJAMSOSTEK, Kuningan, Jakarta, Senin (27/04/2026).
Ia menekankan bahwa pengentasan kemiskinan merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025.
Inpres tersebut mengamanatkan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat sebagai koordinator untuk memimpin upaya pencapaian target tersebut. Sebanyak 47 kementerian dan lembaga, serta seluruh pemerintah daerah, masuk dalam penugasan Inpres.
Dalam arahannya, Prabowo menetapkan target untuk mencapai 0 persen kemiskinan ekstrem pada tahun ini dan 5 persen tingkat kemiskinan nasional pada tahun 2029.
Cak Imin menyebutkan bahwa pemerintah telah menggelontorkan dana ratusan triliun untuk mengatasi kemiskinan ekstrem.
"Dari segi pembiayaan, APBN kita mengeluarkan tidak kurang dari Rp503,2 triliun. Juga di-support oleh APBD kita sejumlah Rp129 triliun. Itu semua kita realisasikan dan alokasikan khusus untuk program pengentasan kemiskinan di seluruh tanah air," tuturnya.
Namun, lebih dari 774 ribu keluarga pada kelompok desil 1 atau miskin ekstrem masih belum tersentuh program, terutama di wilayah seperti Kulonprogo, Garut, Bogor, Cirebon, dan Cianjur.
Selain itu, masih terdapat 8,1 persen keluarga yang belum menerima bantuan, serta 60,2 persen keluarga desil 1 yang baru menerima satu hingga dua program.
Baca Juga: Mengapa Parpol Melawan Usul KPK Soal Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum?
Berita Terkait
-
Mengapa Parpol Melawan Usul KPK Soal Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum?
-
UU PPRT Disahkan, Menko Cak Imin: Jaminan Sosial PRT Wajib, Bukan Lagi Pilihan!
-
Respons Pernyataan Cak Imin, Gus Ulil: Dari Dulu NU Dipimpin Ulama!
-
Cak Imin Soroti Mitra MBG yang Flexing di Medsos: Euforia Pengusaha Baru
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Jenderal Dudung Masuk Kabinet Prabowo Sore Ini? Daftar 6 Orang Reshuffle Menteri
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
Terkini
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
-
WNA Paruh Baya Ditangkap Polisi Usai Sekap Anak dalam Kamar Hotel Ancol
-
Peringatan Hari Otonomi Daerah: Wamendagri Bima Dorong Tata Kelola Pemerintahan Efektif dan Efisien
-
Jenderal Dudung Masuk Kabinet Prabowo Sore Ini? Daftar 6 Orang Reshuffle Menteri
-
Reshuffle Kabinet: 6 Pejabat yang Diprediksi Masuk Pusaran Pelantikan
-
Cerita Dudung Ngaku Ditelepon Seskab Teddy ke Istana: Saya Prajurit, Harus Siap
-
Negara Sekaya Arab Saudi Mulai Hemat Anggaran Buntut Perang AS - Iran
-
Sahroni Dukung Usul KPK Batasi Uang Tunai di Pemilu: Asal Koridor Jelas dan Tidak Tebang Pilih
-
Jelang Reshuffle, 6 Tokoh Datangi Istana: Dudung, Qodari hingga Jumhur Siap Dilantik?
-
Hadir Sejak Siang, Ini Daftar 6 Pejabat yang Bakal Dilantik Prabowo Sore Ini