- Seorang wanita tak dikenal mengambil botol wine saat kepanikan penembakan Presiden Trump di Washington Hilton, Sabtu (25/4/2026).
- Pelaku penembakan, Cole Tomas Allen, berhasil dilumpuhkan petugas Secret Service setelah melepaskan tembakan di lokasi gala diner tersebut.
- Insiden penembakan menyebabkan evakuasi Trump serta melukai satu agen Secret Service dan pelaku kini menghadapi tiga dakwaan hukum.
Suara.com - Sebuah video viral memperlihatkan seorang wanita tak dikenal mengambil beberapa botol wine di tengah kepanikan usai insiden penembakan Presiden AS Donald Trump di gala diner, White House Correspondents’ Dinner.
Aksi tersebut terjadi ketika para tamu dan jurnalis berhamburan menyelamatkan diri setelah suara tembakan terdengar di ballroom Washington Hilton, Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.
Dalam rekaman yang beredar di media sosial, wanita berambut pirang dengan mantel bulu hitam terlihat menuju meja tamu dan mengumpulkan sejumlah botol wine yang ditinggalkan saat suasana panik.
Identitas perempuan tersebut hingga kini belum diketahui, termasuk apakah ia merupakan jurnalis atau tamu undangan.
Video itu langsung memicu perdebatan luas di media sosial.
Sejumlah warganet mengecam tindakan tersebut sebagai tidak pantas dilakukan di tengah situasi darurat.
“Memalukan, setelah insiden penembakan justru ada yang sibuk mengambil minuman keras,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Namun sebagian lainnya membela tindakan itu dengan alasan seluruh makanan dan minuman dalam acara tersebut telah dibayar sebagai bagian dari tiket makan malam yang disebut bernilai lebih dari US$350 per kursi.
Sementara itu, seperti dilansir dari NY Post, insiden penembakan kepada Trump diduga dilakukan oleh Cole Tomas Allen.
Baca Juga: Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat
Pelaku berusia 31 tahun itu diduga menerobos perimeter keamanan untuk mendekati ballroom tempat acara berlangsung.
Beberapa tembakan sempat dilepaskan sebelum ia berhasil dilumpuhkan petugas Secret Service.
Akibat kejadian itu, Trump beserta pejabat kabinet langsung dievakuasi dari lokasi.
Satu agen Secret Service dilaporkan mengalami luka ringan setelah peluru mengenai rompi antipelurunya.
Allen kini menghadapi dua dakwaan terkait penggunaan senjata api dalam tindak kriminal dan satu dakwaan penyerangan terhadap petugas federal dengan senjata berbahaya.
Cole Tomas Allen dijadwalkan menjalani sidang perdana pada 27 April 2026.
Berita Terkait
-
Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat
-
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
-
Tensi Timur Tengah Mereda, Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.211 Per Dolar AS
-
Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump
-
Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Kapal Tanker Dibajak di Somalia, 4 WNI Jadi Tawanan
-
Analisis: Kenapa Perang 40 Hari Justru Perkuat Posisi Iran di Mata Dunia?
-
Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha
-
Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi
-
Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat
-
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
-
Bom Meledak di Bus Kolombia Hingga Ciptakan Kawah Besar, 20 Orang Tewas
-
BEM KSI: Dasco Selesaikan Masalah Dana Umat Katolik Secara Bijak, Isunya Jadi Tak Melebar
-
Anak 14 Tahun Tewas Dirudal Israel di Palestina
-
Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump