Suara.com - Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sukses lewati tantangan pertama Malaysia Open Super Series Premier 2016 saat berhadapan dengan ganda putra Cina, Li Junhui/Liu Yuchen. Bermain di Malawati Stadium, Shah Alam, Rabu (6/4/2016), unggulan kedua tersebut menang straight game 21-17, 21-17.
Sempat tertinggal lebih dulu 11-14, Hendra/Ahsan perlahan mulai bangkit dan menyamakan kedudukan 15-15. Setelah itu, pasangan peringkat dua dunia ini pun mulai beranjak memimpin perolehan angka hingga akhirnya menang 21-17.
Di game kedua, Hendra/Ahsan memimpin jauh sejak awal 7-1 dan 10-5. Namun, Li/Liu pun coba mengejar ketertinggal dan berbalik unggul di interval game kedua, 10-11. Beruntung Hendra/Ahsan bisa kembali menemukan performanya dan akhirnya menutup game kedua juga dengan skor 21-17.
"Kami tahun ini harus lebih fokus lagi. Semua aspek sudah kami coba tingkatkan. Semoga hasilnya bisa baik. Kami enggak mau memikirkan bagaimana final atau gelar juara seperti apa. Kami fokus dulu buat lawan besok saja," kata Hendra.
Di babak kedua, Hendra/Ahsan masih menunggu lawan antara pasangan Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon atau Marcus Ellis/Chris Langridge (Inggis).
Selain Hendra/Ahsan, ganda putra lainnya yang juga lolos ke babak kedua, yakni Berry Angriawan/Rian Agung Saputro. Berry/Rian berhasil membendung langkah tuan rumah, Mohd Razif Abdul Latif/Muhammad Hafiz Hashim, 21-13, 21-10.
Kekalahan di sektor ganda putra baru dialami oleh pasangan Markis Kido/Hendra Aprida Gunawan. Kido/Hendra AG kalah dari ungulan tiga asal Cina, Zhang Nan/Fu Haifeng, 17-21, 17-21. (Humas PBSI)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara