Suara.com - Pelatih pelatnas ganda campuran PBSI, Richard Mainayky, berharap atlet binaannya bisa mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya saat turun di Malaysia Open Super Series Premier 2016. Harapan ini tak lain demi bisa meraih tiket Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Agustus mendatang.
Pada ajang ini Indonesia diwakilkan empat pasang di sektor ganda campuran. Keempatnya adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Debby Susanto, Riky Widianto/Richi Puspita Dili, dan Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti.
“Kalau dari PBSI jelas pasti mau yang terbaik, mau hasil yang maksimal. Tapi dari saya sendiri, saya lebih fokus pada target utama di Indonesia Open Super Series Premier. Itu akan menjadi tolak ukur kesiapan mereka menuju Olimpiade nanti," kata Richard.
"Kalau untuk di Malaysia ini, lebih untuk amankan poin, ditambah di Singapura Open dan Kejuaraan Bulutangkis Asia. Itu bisa jadi ajang mereka merebut poin sebanyak-banyaknya. Terlebih untuk Praveen/Debby, kita belum bisa bilang mereka sudah pasti ikut (Olimpiade Rio ). Jadi lebih baik kalau mereka terus kumpulkan poin,” lanjut Richard.
Sementara itu, terkait ganda campuran nomor satu Indonesia, Tontowi/Liliyana, Richard tak memberi target khusus. Pasangan peringkat dua dunia itu hanya diharapkan bisa mengembalikan performa terbaik mereka, sebelum turun di Indonesia Open Super Series Premier 2016.
“Tontowi/Liliyana saya tidak bebani mereka. Karena dilihat dari tahun 2015, mereka masih mencari performa terbaik dan kurang cerah juga hasilnya," tutur Richard.
"Saya masih meramu mereka, dengan kondisi Tontowi yang baru pulih DBD dan drop dari All England kemarin. Makanya keikutsertaan di India Open Super Series kami batalkan. Kemarin sudah dinaikkan latihannya, tinggal dilihat di sini bagaimana. Tapi kalau dari PBSI jelas menginginkan yang terbaik,” jelas Richard lagi.
Di babak pertama, Tontowi/Liliyana akan berhadapan dengan Wang Yilyu/Chen Qingchen, Tiongkok. Ini akan menjadi pertemuan pertama bagi mereka.
Sementara Praveen/Debby akan kembali menantang duet Jepang, Kenta Kazuno/Ayane Kurihara. Sebelumnya mereka pernah berhadapan di All England Super Series Premier 2016, dimana Praveen/Debby menang 13-21, 21-14, 21-18.
Finalis India Open Super Series 2016, Riky/Richi akan berhadapan dengan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia). Kedua pasangan ini sudah tiga kali berhadapan sebelumnya. Riky/Richi mengantongi kemenangan pertama di pertemuan terakhir di Swiss Open 2015.
Terakhir, Ronald/Melati akan ditantang wakil Hong Kong, Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah. Skor pertemuan Ronald/Melati dan Lee/Chau sama kuat, 1-1. Ronald/Melati kalah 21-13, 14-21 dan 16-21, di pertemuan terakhir di Malaysia Masters 2016. (PBSI)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard