Suara.com - Jenazah Kopral Dua (Kopda) Beni Piyandi (33), penerjun yang meninggal saat latihan terjun payung di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (7/4), dimakamkan secara militer di kampung halamannya, Desa Purwodadi, Magetan, Jatim.
Pemulangan jenazah Kopda Beni dari Lanud Halim Perdanakusumah ke Lanud Iswahyudi tiba di Magetan, Kamis sore.
Jenazah langsung dibawa dengan ambulans ke rumah duka untuk disemayamkan dan disalatkan, lalu dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat, Kamis malam.
Tangis kesedihan dari keluarga tak terbendung saat melihat peti jenazah Kopda Beni diangkat dari ambulans memasuki rumah duka untuk disemayamkan dan disalatkan.
"Di mata keluarga dan teman-teman, Kopda Beni dikenal sebagai sosok yang baik dan peduli terhadap sesama. Kami semua sangat kehilangan," kata bibi korban, Kartiningsih.
Setelah disalatkan, peti jenazah kembali diangkut dengan ambulans menuju tempat pemakaman umum yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah duka, kemudian dimakamkan secara militer.
Kopda Beni merupakan satu dari dua anggota Pasukan Khas TNI Angkatan Udara yang meninggal dunia setelah jatuh saat melakukan latihan gladi bersih terjun payung di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (7/4).
Aksi terjun payung dilakukan puluhan personel Paskhas dalam rangka latihan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Ke-70 TNI AU pada hari Sabtu (9/4).
Kedua anggota Paskhas tersebut terjun dari pesawat C-130 Hercules yang terbang di atas Lanud Halim sekitar pukul 09.00 WIB. Kemudian, dua penerjun tersebut jatuh akibat kendala teknis.
Salah satu korban gagal mengembangkan parasutnya karena tali yang terbelit ke badan penerjun. Korban kemudian jatuh di atap rumah dinas TNI AU yang masih berada di kawasan Lanud Halim.
Korban lain jatuh di landasan pacu Lanud Halim. Awalnya parasut korban mengembang sempurna. Namun, angin kencang yang berembus membuat korban terpelanting dan jatuh. Keduanya sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, setelah itu dinyatakan meninggal dunia.
Sebelum melakukan latihan, Kopda Beni sempat menelepon keluarga di Magetan. Putra pertama pasangan Hadi Suyitno dan Sulastri itu meminta doa restu agar selama latihan dan bertugas nanti pada hari Sabtu saat perayaan HUT Ke-70 TNI AU berjalan lancar.
Akibat kejadian tersebut, Kopda Beni meninggalkan seorang istri, Nurul Khasanah, dan seorang anak, Ararya Damar Megantara Piyandi, yang masih berusia 6 bulan. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT