Suara.com - Polisi masih menyelidiki kasus seorang perempuan, Susanti Lambria Tobing (42) yang ditemukan tewas di kamar kosannya di Jalan Batik Jonas Nomor 17 Kota Bandung, Minggu (10/4/2016), diduga korban tewas akibat dianiaya oleh lelaki misterius.
Kasubag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Renny Marthaliana mengatakan, kejadian ini bermula pada Minggu pagi sekitar pukul 04.30 WIB saat sejumlah saksi mendengar suara jeritan dari kamar kosan korban.
Kemudian dari kamar kosan korban keluar seorang laki laki menggunakan topeng dengan membawa sebilah golok dan satu buah tas selendang warna coklat (diduga milik korban).
"Selanjutnya pelaku berjalan menuju kamar kos miliknya dan tidak lama kemudian keluar dengan menggendong sebuah tas ransel warna merah, lalu pergi," kata Kompol Renny kepada wartawan.
Pihaknya menjelaskan korban mengalami luka cukup serius pada bagian kepala dan bagian tubuh lainnya dan diduga luka tersebut karena hantaman benda tajam.
Ia menuturkan saat ini polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Sementara itu, lanjut dia, korban sudah di bawah di Rumah Sakit Santo Yusup Kota Bandung.
"Dan pada pukul 04.15 WIB korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Rumah Sakit Santo Yusup," ujarnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
-
Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan