Suara.com - Program Manager International NGO Forum on Indonesia Development (INFID), Khoirun Nikmah, meminta kepada pejabat negara Indonesia yang namanya terseret skandal Panama Papers, untuk bisa mengundurkan diri dari jabatannya. Nikmah pun mencontohkan pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Islandia, Sigmundur Gunnlaugsson, menyusul desakan puluhan ribu warganya terkait bocornya dokumen Panama Papers.
"Kalau dia pejabat publik, harusnya dia bisa mencontoh PM Islandia. Harus mengundurkan diri," kata Nikmah, dalam konferensi pers Forum Pajak Berkeadilan bertajuk "Panama Papers: Terkuaknya Fenomena Gunung Es Kejahatan Pajak", di kantor Transparency Internasional Indonesia (TII), Jalan Senayan Bawah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (10/4/2016).
Selain pejabat negara, menurutnya para pengusaha Indonesia yang namanya juga terdaftar dalam firma hukum Mossack Fonseca, harus segera menutup penyimpanan hasil kekayaannya di luar negeri.
"Kalau pengusaha, kalau niatnya untuk menghindari pajak, ya harus ditutup. Jadi, niat baik itu harus ditunjukkan dengan tindakan," kata dia.
Selain itu, Nikmah juga mendesak pemerintah untuk bisa mengusut asal-usul kekayaan dari nama-nama pejabat dan pengusaha yang tercatat dalam dokumen Panama Papers tersebut.
"Harus juga diusut dari mana hasil uangnya, asal-usul (dari) mana kekayaan itu didapat," kata dia.
Sebelumnya diketahui, sejumlah besar data klien firma hukum Mossack Fonseca diperoleh jurnalis, yang kemudian mencuat dengan nama skandal The Panama Papers. Data tersebut memuat nama-nama tidak saja taipan maupun perusahaan, namun juga pejabat di sejumlah besar negara, yang datanya antara lain didapat oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional.
Adapun nama sejumlah pejabat Indonesia yang diduga masuk dalam dokumen Panama Papers, sebagaimana pemberitaan sejumlah media, di antaranya adalah politisi Partai Nasdem Jhony G Plate, politisi Golkar Airlangga Hartarto, juga pengusaha Sandiaga Uno yang belakangan diketahui hendak maju menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
-
Pemkab Bangkalan Borong Jajanan PKL Saat Penyambutan Prabowo, Warga Nikmati Pembagian Gratis
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA
-
Wacana Gabungkan Pidsus dan Pidum, Burhanuddin Nilai Koordinasi Penanganan Perkara Lebih Efektif
-
Risky Tinggalkan Rutinitas Jual Ikan Keliling, Kini Menata Mimpi di Sekolah Rakyat
-
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara
-
Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran
-
Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa