Suara.com - Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Sudung Situmorang dan Asisten Pidana Khusus Kejati DKI Tomo Sitepu memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (14/4/2016). Keduanya akan diperiksa terkait kasus dugaan percobaan suap kepada Kejati DKI yang diduga untuk menghentikan perkara korupsi di PT. Brantas Abipraya.
Sudung dan Tomo sudah tiba sekitar pukul 09.30 WIB di gedung KPK secara bersamaan.
Sudung yang mengenakan batik warna merah enggan menjawab pertanyaan-pertanyaan wartawan mengenai masalahnya.
"Siap, siap," kata Sudung.
Sebelum keduanya datang, Inspektur II Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejagung Babul Khoir juga muncul di KPK. Namun, dia menyangkal kedatangannya untuk mendampingi Sudung dan Tomo.
Babul mengaku datang untuk menghadiri rapat dengan pimpinan KPK. Rapat akan membahas kerjasama antar institusi penegak hukum.
"Kita tidak ada hubungannya dengan itu kita masalah undangan. Ini undangan kerjasama antara integritas antara Kejaksaan. kepolisian, dan KPK," kata Babul.
Dia menolak berkomentar saat ditanyain terkait dugaan suap di Kajati DKI yang menangani kasus Brantas Abipraya dengan alasan tak punya kewenangan.
Ketika disinggung kasus perencanaan suap yang dilakukan PT. BA terhadap Kejati DKI, Babul juga tak menjelaskan.
"Nanti saja dengan Jamwas. Nanti kita lihat hasilnya, ini kami baru mau final menjadi saksi," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT
-
Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam
-
Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru