Suara.com - Kapten penerbang Jupiter 2 dari Jupiter Aerobatic Team, Idam Satria, mengaku sering merasa was-was setiap kali melakukan atraksi di langit. Perasaan itu juga muncul ketika dia akrobat di udara untuk meramaikan acara perayaan ulang tahun TNI AU ke 70 di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Selasan, Minggu (17/4/2016).
"Perasaan was-was dan deg-degan itu pasti ada, namanya kita terbang. Bagi saya sendiri, namanya emergency itu kapan saja bisa terjadi, entah sebelum terbang, saat terbang, atau saat landing sebelum kita turun dari pesawat, pasti ada perasaan was-was," kata Idam Satria di Halim Perdanakusuma.
Idam bersyukur bisa menghibur masyarakat sekaligus memberikan edukasi lewat atraksi udara.
"Pengalaman terbang tadi alhamdulillah lancar, aman, selamat, cuma tadi agak rawan karena sedikit berawan, alhamdulillah masih dalam limitasi, jadi kita masih bisa perform di acara bulan dirgantara ini," katanya.
Ia mengaku memiliki pengalaman darurat ketika sedang menerbangkan pesawat Jupiter.
"Pengalaman emergency itu ya pernah, kita juga ngalamin lagi manuver tahu-tahu master cautionnya nyala, ada warning dari central warning powernya, kalau sudah begitu, yang penting actionnya tepat, sesuai dengan prosedur emergency maupun normal," tuturnya.
"Hanya kita lebih hati-hati, check and recheck lagi, engine instrumen, kemudian indikator dalam pesawat selalu kita cek, kalau ada yang nggak normal kita harus ambil posisi landing," Idam menambahkan.
Kapten Idam sehari-harinya instruktur bagi siswa penerbang. Ia berdinas di Yogyakarta.
Siang tadi, Kapten Idam menampilkan akrobat bersama enam rekannya. (Dian Rosmala)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
Terkini
-
6 Fakta Terkini Banjir Bali: Sanur Terparah hingga Status Siaga Gelombang 4 Meter
-
ICW Desak KPK Awasi Ketat SPPG Polri, Ada Potensi Uang Negara Hilang Hingga Rp2 Triliun?
-
Diduga Main Asal Belok, Pengendara Ojol Luka Parah Dihantam Bus Transjakarta
-
Usut Kasus Pemerasan Sudewo Cs, KPK Panggil Plt Bupati Hingga Ketua KPU Pati
-
Lapangan Padel di Jakarta Wajib Pasang Peredam Suara, Jika Tidak Siap-Siap Kena Sanksi!
-
Ini Dia 36 Wartawan Pemenang Kompetisi Karya Jurnalistik Pupuk Indonesia Media Award 2025
-
Menteri PPPA Desak Pecat Anggota Brimob Penganiaya Anak hingga Tewas di Tual
-
Suara Rakyat Tertelan Ombak, Elite PAN Beberkan Bahaya Jika Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen
-
Pria Ngaku Polisi Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang, Reskrim dan Propam Polda Metro Turun Tangan
-
DPR Desak THR Dibayar 2 Pekan Lebih Awal, Ternyata Ini Alasannya!