Suara.com - Pascamembekuk Panitera Sekretaris pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, KPK langsung bergerak cepat untuk mencari barang bukti di sejumlah lokasi yang diduga berhubungan dengannya. Menurut Ketua KPK, Agus Rahardjo, KPK sudah melakukan penggeledahan di empat lokasi. Dua di antaranya berkaitan dengan Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung, Nurhadi.
"Sejak Kemarin hingga saat ini KPK sudah menggeledah empat lokasi," kata Agus di Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatam, Kamis(21/4/2016).
Untuk diketahui, empat lokasi tersebut adalah Ruangan Kerja Edy Nasution di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kantor PT. Paramount Enterprice di Tanggerang Banten, Rumah Sekjen MA di Jalan Hang Lekir Jakarta Selatan, dan Ruangan Sekjen MA di Gedung MA.
"Hasil dari penggeledahan itu ditemukan sejumlah uang, uang ditemukan disemua tempat," kata Agus.
Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa, pihaknya melakukan penggeledahan terhadap sejumlah tempat meski belum ditetapkan dua orang sebagai tersangka. Pasalnya, hal tersebut diperbolehkan oleh undang-undang.
"Jadi, tadi malam anak buah kami banyak yang tidak tidur, mereka bekerja keras untuk terus melakukan penggeledahan," kata Agus.
Saat ini, KPK sudah resmi menetapkan Edy dan Doddy sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengajuan permohonan Peninjauan Kembali (PK) sebuah perkara perdata yang didaftarkan pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Sebagai Pemberi, Doddy diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Pasal 5 ayat 1 huruf b dan atau Pasal 13 UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah denagan UU 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.
Sementara itu, Edy selaku penerima diduga melanggar Pasal 12 a dan atau b dan atau Pasal 13 UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 kesaru KUHP.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Pasien Kronis Terancam Buntut Masalah PBI BPJS, DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah Oleh Prosedur
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin
-
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Pakai Uang Apresiasi Rp800 Juta untuk Bayar DP Rumah
-
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura