Suara.com - Anggota Komisi II DPR Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka menganggap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) reaktif dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.
Hal itu menanggapi perubahan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang penggunaan materai pada calon independen.
"Pak Ahok nggak usah terlalu reaktif dan mikirin diri sendiri, nggak memikirkan konteks lebih luas. Aturan pemberian materai itu bukan cuman buat DKI saja. Ini lebih kepada kepentingan nasional, dan melindungi hak suara masyarakat ," katanya saat dihubungi, Jumat (22/4/2016).
Dia mengatakan, penggunaan materai ini bukan maksud memberatkan calon perseorangan. Menurutnya, ide muncul aturan itu adalah untuk melindungi hak suara masyarakat. Karena, tidak dapat dipungkiri ada oknum yang mencari celah dalam kesempitan dengan menjual KTP.
"Bisa saja ada oknum yang jual KTP di kelurahan, jadi calo. Makanya, perlu materai untuk memberikan kekuatan hukum pada masyarakat yang mendukung calon perseorangan. Jadi nggak membebani Pak Ahok. Ini murni untuk melindungi pendukung," kata dia.
Diah menambahkan, Ahok juga tidak perlu memikirkan soal biaya untuk materai ini. Jika masyarakat murni mendukung, Diah mengatakan, pasti tidak akan ada masalah mereka membeli materai demi pemimpin yang disukai sesuai hati nuraninya.
"Kalau nggak ada mobilisiasi massa kan nggak akan keluar biaya besar. Masyarakat pasti rela kok beli materai buat pemimpin mereka, jika itu benar dukungan datang dari hatinya ya,"kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya