Suara.com - Badan regulator internet Cina tengah menginvestigasi laporan mesin cari lokal Cina, Baidu Inc menyebabkan seorang mahasiswa tewas. Baidu dituduh memberikan informasi palsu.
Seperti dilansir Reuters, Wei Zexi yang berusia 21 tahun tewas setelah mendapatkan rekomendasi dari Baidu soal pengobatan kanker. Bukannya sembuh, Zexi malah tewas.
Wei mendapatkan informasi jika sebuah rumah sakit di Beijing menawarkan eksperimen pengobatan kanker. Namun eksperimen itu gagal. Sebelum meninggal, Wei menuduh Baidu mempromosikan informasi medis palsu.
"Keluarga Wei mengatakan mereka dipercaya pengobatan karena dipromosikan oleh salah satu rumah sakit militer yang dianggap kredibel, dan dokter menghadiri telah muncul di banyak platform media mainstream," pernyataan dalam radio pemerintah.
Sementara Kementerian Kesehatan dan Administrasi Negara untuk Industri dan Perdagangan akan menyelidiki Baidu.
Sementara Baidu mengatakan dalam sebuah pernyataan sangat menyesalkan kematian Wei dan mengirim belasungkawa kepada keluarganya.
"Baidu berusaha untuk memberikan pengalaman pencarian yang aman dan terpercaya bagi pengguna kami, dan telah meluncurkan penyelidikan langsung dari masalah ini," katanya. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi