Suara.com - Sebanyak 5 kabupaten di Provinsi Jambi menjadi fokus pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Sebab banyak terdapat areal gambut yang terbakar.
"Kita fokus pencegahan karhutla di kabupaten yang terdapat areal gambut, yaitu Muarojambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, sebagaian wilayah di Tebo dan Sarolangun," kata Dansatgas pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Provinsi Jambi, Kolonel Inf Makmur Umar usai rapat koordinasi pencegahan karhutla di Jambi, Rabu (4/5/2016).
Kolonel Makmur yang juga Danrem 042/Garuda Putih ini menjelaskan, kebakaran di lahan gambut berbeda dengan di lahan mineral. Jika di lahan gambut yang kering api sulit dipadamkan sehingga pencegahan lebih difokuskan.
"Iya kita fokuskan di lahan gambut, karena kalau di lahan mineral terjadi kebakaran kita cegah sedikit dengan disiram air selesai, tapi kalau gambut menjalar kemana-mana," katanya menjelaskan.
Danrem mengatakan telah mengintruksikan petugas satgas Karhutla untuk langsung bergerak ke lokasi jika ada laporan titik panas. Sebab bencana kebakaran hutan lahan menyebabkan kabut asap.
"Jadi begitu ada laporan titik panas ataupun titik api, anggota kita langsung bergerak ke lokasi. Intinya tahun ini kita lakukan pencegahan sedini mungkin, karena mencegah lebih mudah dari pada menanggulanginya," katanya.
Satgas Karhutla kata Danrem sudah membentuk tim monitoring ke sejumlah perusahaan supaya dapat memenuhi standar operasional prosedur (SOP) dalam pencegahan dan penanganan jika terjadi Karhutla di areal konsesinya.
"Sebagian sudah ada yang memenuhi standar, dan yang belum memenuhi standar ini kita imbau supaya dapat dipenuhi. Nanti jika sudah ada standarisasinya tentunya ada punishment," kata Danrem.
Dalam rapat kordinasi pencegahan Karhutla itu melibatkan berbagai sektor, termasuk dari Asosasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI). Itu untuk lebih mengetahui sejauh mana respon dari berbagai pihak terkait pencegahan bencana kebakaran hutan dan lahan.
"Kita kordinasi terus dalam pencegahan ini, karena lebih bagus kita mencegah daripada menindak. Tadi juga ada dari APHI yang mempresentasikan tentang alat-alat yang bagus dalam pencegahan ataupun menangani Karhutla, khususnya di lahan gambut," kata Danrem menambahkan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat