Suara.com - Bison atau banteng Amerika Utara, simbol hidup dari garis depan Barat resmi dinobatkan sebagai mamalia nasional Amerika Serikat pada Senin (9/5/2016) waktu setempat atau Selasa (10/5/2016) waktu Indonesia barat.
Bison, yang gambarnya menghiasi bagian belakang uang logam lima sen Amerika Serikat selama 25 tahun dan menjadi bagian dari lambang Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat, diberikan kedudukan yang sama dengan elang botak Amerika dalam sebuah kesepakatan Kongres.
Kebijakan yang diresmikan sebagai undang-undang oleh Presiden Barack Obama itu menyatakan, peran bison sebagai simbol warisan Amerika secara keseluruhan. Kesepakatan itu menyebutkan sejarah satwa itu yang "berhubungan secara integral dengan kehidupan ekonomi dan rohani dari kebanyakan suku Indian melalui perdagangan dan upacara sakral".
Bison, yang juga dikenal luas dengan sebutan kerbau, terdaftar sebagai mamalia darat hidup terbesar di Amerika Serikat. Pejantannya yang berpunuk besar memiliki berat hampir 900 kilogram dengan tinggi 1,8 meter.
Bison dulunya tersebar di benua Amerika dalam jumlah puluhan juta ekor, terutama di wilayah Great Plains (dataran besar). Namun adanya perburuan yang tak terkendali dan program pemusnahan massal membuat jumlah mereka menjadi hanya beberapa ratus ekor pada akhir abad ke-19.
Kurang dari 50 ekor bison terakhir dirawat di Taman Nasional Yellowstone, dengan penjagaan ketat oleh Kavaleri Amerika Serikat.
Sejak saat itu jumlah mereka kembali pulih, dan saat ini Yellowstone, yang mencakup wilayah Wyoming, Montana dan Idaho, tercatat ada sekitar 4.900 ekor keturunan baru, mewakili kawanan bison liar yang berkembang biak secara alami.
Meskipun mendapatkan status selebritis baru, keberadaan bison memicu kontroversi, terutama terkait dengan langkah pemerintah untuk mengumpulkan dan membantai ratusan ekor bison tiap tahunnya, saat jumlah mereka melampaui target populasi sebanyak 3.000 ekor.
Kebijakan yang telah berjalan lama itu dirancang untuk mencegah bison Yellowstone yang kabur menularkan penyakit brucellosis kepada hewan ternak di sejumlah peternakan terdekat.
Usaha selama empat tahun untuk menyatakan Bison sebagai mamalia nasional itu dipimpin oleh Masyarakat Konservasi Satwa Liar, sebuah kelompok yang berhubungan dengan Kebun Binatang Bronx di New York, yang pada 1970 memberikan 15 ekor bison hasil penangkaran ke suaka margasatwa Amerika Serikat pertama di Oklahoma.
Sejumlah lahan umum yang dikelola oleh Departemen Dalam Negeri di 12 negara bagian, termasuk di Alaska, memberikan dukungan kepada 17 peternak bison atau sekitar 10.000 ekor bison.
Bison yang dirawat secata pribadi diperkirakan berjumlah lebih dari 160.000 ekor, sebagian besar di bagian barat dan sebagian besar terdiri dari hewan yang membawa gen hewan ternak dan dikembangbiakkan untuk sektor komersial. (Antara/Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu
-
Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Dibekuk Bareskrim, Diduga Jadi Beking Bandar Sabu!
-
Sempat Ajukan Penundaan Pemeriksaan dalam Kasus Haji, Muhadjir Effendy Tiba-tiba Muncul di KPK
-
MPR Pastikan Tak Lagi Libatkan Juri LCC Empat Pilar yang Bermasalah: Sanksi Sosial Sudah Berjalan
-
Anies Baswedan Soroti Dampak AI pada Remaja: Tantangan Besar Buat Orang Tua dan Guru
-
Jadi 'Sniper' Jaringan Kampung Narkoba Samarinda, Bripka Dedy Wiratama Terancam Pidana dan Dipecat!
-
Sempat Viral Karena Dicurangi Juri, Josepha SMAN 1 Pontianak Kini Dilirik MPR RI Jadi Duta LCC
-
Bantargebang Jadi 'Bom Metana' Dunia, Timbunan Sampah Tembus 80 Juta Ton!