Suara.com - Ketua tim non-eksekutif Mercedes Niki Lauda menyalahkan Lewis Hamilton terkait tabrakan duo Mercedes di lap-lap awal GP Spanyol yang berlangsung di Sirkuit Catalunya, Minggu (15/5/2016). Usai kejadian, juara dunia tiga kali ini langsung menemui dua pebalap itu.
"Ini bodoh, kami bisa memenangi balapan ini," katanya kepada BBC Austria.
"Lewis terlalu agresif. Saya perlu berbicara dengan mereka dan mendengar penjelasan mereka dan kemudian kita akan melihat apa yang terjadi," cetusnya.
Dengan hasil ini, Rosberg masih memimpin klasemen sementara dan memimpin 43 poin dari rival terdekat sekaligus teman satu timnya Hamilton sebelum balapan digelar pada Minggu (15/5/2016).
Namun, tabrakan itu telah mengakhiri harapan Mercedes untuk memperpanjang kemenangan tim menjadi 11 balapan beruntun sekaligus menyamai rekor kemenangan McLaren secara berturut-turut pada tahun 1988.
Hanya satu pebalap di era modern yang telah memenangkan delapan balapan secara berturut-turut - Sebastian Vettel asal Jerman, dengan kemenangan sembilan kali berturut-turut pada tahun 2013 untuk Red Bull. Tapi Rosberg memiliki harapan untuk melanjutkan kemenangannya setelah menang di sirkuit ini tahun lalu. (Reuters)
Berita Terkait
-
Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup, Mobil Terlangka dan Termahal Rp2,3 T
-
Belum Seratus Persen, Aprilia Prediksi Ducati akan Comeback di GP Spanyol
-
Maverick Vinales Sukses Jalani Operasi Bahu, Target Kembali di GP Spanyol 2026
-
Gagal Finis di Austin, Mario Aji Siap Bangkit di Moto2 GP Spanyol
-
Menang di F1 GP Jepang 2025, Andrea Kimi Antonelli Pecahkan Rekor Lagi
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok