Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mulai membangun Rumah Susun untuk personel TNI dan Polri pada 2017 mendatang. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Ika Lestari Adji mengatakan rusun dibangun di empat lokasi.
"Ada di Gambir, yang buat TNI-nya di Cililitan, ada dua lagi tapi saya lupa lokasinya, dan rencanaya juga ada di Jakarta Barat," kata Ika di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (25/5/2016).
Ika menjelaskan rencana pembangunan empat rusun TNI-Polri menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah DKI Jakarta tahun 2017. Namun, kata dia, tak menutup kemungkinan bila selanjutnya memakai dana Corporate Social Responsibility (CSR).
"Danaya sementara ini di APBD, tapi pas jalan nanti ternyata pake CSR ya nggak papa," ucap dia.
Ika memperkirakan pembangunan empat rusun akan menghabiskan Rp500 miliar. Meskipun bangunan berdiri di atas lahan milik TNI atau Polri.
Disinggung apakah ada biaya sewa untuk menempati rusun tersebut, Ika belum bisa memastikan. "Kalau TNI-Polri kita sementara bangun dulu. Ya mungkin nanti seperti itu (ada biaya sewa) juga mungkin, tapi aturan mainnya belum tahu," ujarnya.
Menurut Ika, tujuan pemprov DKI membangun rusun ini sebagai upaya menyediakan tempat tinggal yang layak untuk masyarakat, termasuk aparat keamanan. Dia tak menepis pembangunan ini untuk memperkuat kerja sama Pemprov dengan kedua institusi tersebut dalam menjalankan program pemerintah.
"Tugas kita adalah membangun agar TNI-Polri bisa bekerja dengan baik, dan apabila dibutuhkan pemprov bisa membantu seperti itu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Mendekati Masa Tenggat, KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Segera Laporkan LHKPN
-
Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang
-
Viral Tuduhan Buang Sampah ke Kali Pesanggrahan, DLH DKI: Itu Titik Penampungan Resmi
-
Studi: Karbon Biru Bisa Tekan Emisi Dunia, Mengapa Banyak Negara Belum Menggunakannya?
-
Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz
-
Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga
-
Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal
-
Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar