Direktur Utama RS Sumber Waras Abraham Tedjanegara mengatakan pada tahun tanggal 14 November 2013 dilakukan perjanjian pengikatan jual beli antara Yayasan Kesehatan Sumber Waras YSKW) dan PT Ciputra Karya Utama (CKU) atas objek tanah SHM No. 2878.
"Perjanjian tersebut antara lain mengatur persyaratan apabila CKU ingin merubah peruntukkan lahan dari semua Suka Sarana Kesehatan (SSK) menjadi Wisma Susun (WS) harus mengurus dan mendapatkan izin paling lambat tanggal 3 Maret 2014, dan apabila sampai jangka waktu tersebut CKU belum mendapatkan izin maka perjanjian tersebut batal demi hukum, "ujar Abraham di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta, Sabtu (16/4/2016).
Tak hanya itu, pihaknya juga kaget mendengar berita Pemda DKI telah membeli Rumah Sakit Sumber Waras dengan harga Rp 1,7 triliun. Pasalnya Rumah Sakit Sumber Waras tidak pernah menawarkan untuk menjual Rumah Sakit Sumber Waras kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menanggapi hal tersebut, Abraham pun langsung meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang saat itu menjadi pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta dan langsung mengadakan pertemuan pada tanggal 6 Juni 2016.
"Pada saat itu Pa Ahok bilang peruntukkan lahan diatas milik YKSW tidak akan mungkin diberikan (Dijadikan wisma susun) mengingat saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memerlukan rumah sakit untuk pelayanan kesehatan warga DKI Jakarta, "ucapnya.
Kata Abraham, Ahok pun menawarkan tanah seluas 36.410 m2 untuk dijual kepada Pemprov DKI dengan harga sesuai NJOP yang rencananya akan dibangun Rumah Sakit kanker untuk melayani masyarakat. Kata Abraham, atas persetujuan pengurus, pengawas, dan pembina Yayasan Kesehatan Sumber Waras memutuskan untuk menjual kepada Pemprov DKI Jakarta dengan tujuan kemanusiaan.
"Pada prinsipnya DKI dan kita punya visi misi yang sama, untuk menolong masyarakat yang miskin dan untuk membangun rumah sakit kanker DKI. Kalau ditanya kenapa saya dijual dengan harga NJOP, karena visi misi kita sama, "imbuh Abraham.
Usai sepakat untuk menjual sebagian lahan ke DKI Jakarta, akhirnya pada tanggal 17 Desember dilakukan pelepasan Hak atas HGM 2878 kepada Pemprov DKI Jakarta.
"Bahwa sekitar bulan Februari setelah penjualan sebagian tanah milik YKSW tersebut staff Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama-sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendatangi YKSW, "ucapnya
Untuk diketahui, harga tanah seluas 36.410 m2 dijual dengan harga Rp 20,755 juta per meter sesuai NJOP yang berlaku pada 2014.
Dari hasil penjualan, Rumah Sakit Sumber Waras pun telah transfer pembayaran dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada akhir tahun sebesar Rp 755.689.550 miliar dari hasil penjualan tanah seluas 36.410 m2.
Adapun sertifikat Rumah Sakit Sumber Waras yang dialihkan kepada Pemprov DKI atas nama Yayasan Kesehatan Sumber Waras, yang berkedudukan di Jakarta dengan sertifikat hak guna Bangunan seluas 36.410 m2 beralamat di Jalan Kyai Tapa.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta
-
Antisipasi Banjir, Pramono Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta
-
Bongkar Total Tiang Monorel Mangkrak Tanpa Ada Penutupan Jalan? Ini Kata Pramono
-
Pemprov DKI Siagakan 1.200 Pompa Selama Cuaca Ekstrem, Klaim Genangan Bisa Surut dalam Sejam
-
Pemprov DKI Imbau Warga Wilayah Rawan Tawuran Saling Jaga dari Provokator
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam