Suara.com - Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, mengimbau kalangan organisasi masyarakat di wilayah setempat untuk menghindari aksi penyisiran atau "sweeping" tempat hiburan malam selama Ramadhan 1437 H/2016.
"Saya berharap ormas bisa kondusif, jangan melakukan aksi anarkis apalagi sweeping yang membuat keributan," kata Kapolresta Bekasi Kota Kombes Pol Heri Sumarji di Bekasi, Jumat.
Menurut dia, seluruh pihak harus bekerja sama menciptakan keamanan dan kondusivitas wilayah hukum Kota Bekasi pada Ramadhan nanti.
"Tidak ada alasan bagi pihak manapun mengacaukan kegiatan beribadah yang telah diatur dalam undang-undang, begitu pula seluruh pihak yang tidak menjalankannya agar mengutamakan toleransi," katanya.
Menurut Heri, seluruh pihak juga diharuskan mematuhi maklumat wali kota tentang aturan selama Ramadhan, termasuk di dalamnya seputar jam operasional tempat hiburan.
"Sebelumnya Pemkot Bekasi telah melakukan sosialisasi maklumat terkait jam operasional kepada pengelola tempat hiburan malam. Ada lima maklumat agar menjadi perhatian bersama saat bulan Ramadhan," katanya.
Hal senada diungkapkan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu agar ormas tidak berbuat anarkis dengan melakukan sweeping tempat hiburan pada bulan Ramadhan.
Pihaknya mencatat, ada lebih dari 300 ormas yang saat ini beraktivitas di Kota Bekasi.
Seluruhnya diimbau untuk mengedepankan penegakan hukum oleh pihak berwenang dan tidak main hakim sendiri.
"Kalaupun ormas atau LSM mengetahui adanya indikasi penjualan miras, silahkan lapor ke Pemkot atau Polres, nanti akan kita tindak lanjuti. Jangan main anarkis," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Belanja Kebutuhan, Ternyata Ramadan 2026 Juga Jadi Momen Upgrade Gaya Hidup
-
Lemomo Gandeng GIMF dalam Program Ramadan, Dorong Dampak Sosial dan Ekonomi
-
Ramadan Bikin Belanja Online Makin Ngebut, Tren Cashback Jadi Andalan Pengguna
-
Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan
-
Kenapa Bulan Syawal Identik Jadi Musim Menikah di Indonesia? Ini Asal-usulnya
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok