Suara.com - Komisi II DPR memahami penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (KemenATR/BPN) dan Sekretariat Kabinet (Seskab) terkait Pagu Anggaran Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016.
"Kementerian Sesneg sebesar Rp2,157 triliun, termasuk di dalamnya adalah Pagu anggaran untuk Kantor Staf Kepresidenan sebesar Rp144 miliar. Kementerian ATR/BPN sebesar Rp6,023 triliun, dan Seskab sebesar Rp209 miliar," kata Ketua Komisi II DPR RI Rambe Kamarul Zaman saat rapat dengan Seskab Pramono Anung, Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan, dan Mensesneg Pratikno saat membahas anggaran di DPR, Kamis (9/5/2016).
"Dan ini akan ditindaklanjuti pada Rapat Kerja/RDP berikutnya," tambah Politikus Golkar ini.
Rambe menambahkan, Komisi II memberikan persetujuan terhadap usulan perubahan jumlah pemotongan anggaran. Untuk Seskab dari sebesar Rp30 miliar menjadi Rp13 miliar, serta mengamanatkan Anggota Badan Anggaran di Komisi II untuk menindaklanjutinya di dalam pembahasan Banggar DPR RI.
Komisi II, sambungnya, juga meminta kepada Kementerian Sesneg, Kementerian ATR/BPN, dan Seskab, untuk segera melaporkan rincian hasil pelaksanaan kegiatan dan anggaran pada tahun 2015 dan 2016.
"Terutama untuk kegiatan strategis, dan kemudian diserahkan kepada Komisi II sebelum dimulai pembicaraan APBN tahun 2017," kata Rambe.
Dalam rapat kali ini, Kementerian Sesneg mengklaim sudah melakukan realisasi angaran pada tahun 2015 sebesar 81,39 persen dan 23,67 persen hingga 6 Juni 2016. Sedangkan Kementerian ATR/BPN mengklaim sudah melakukan realisasi anggaran sebesar 79,94 persen pada tahun 2015, dan 24,28 persen hingga Juni 2016. Kemudian, Seskab mengklaimsudah melakukan realisasi anggaran sebesar 73,8 persen pada tahun 2015 dan 40,84 persen hingga 8 Juni 2016.
"Selain itu, Komisi II memberikan apresiasi terhadap Kementerian Sesneg, Kementerian ATR/BPN, dan Seskab yang mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian terkait laporan BPK tahun 2015," tutur Rambe.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek