Suara.com - Kasus pembunuhan terhadap Sumini yang jenazahnya dibuang ke parit dekat Perumahan Mutiara Sanggraha RT 9, RW 6, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, terungkap. Pelakunya yang tak lain adalah teman sendiri bernama Jaelani (35) telah dibekuk.
Namun, cerita tentang bagaimana pembunuhan tersebut terjadi tak ada habisnya.
Berdasarkan keterangan Jaelani kepada penyidik, kata Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Agung Budijono, sebelum dibunuh, Sumini sering curhat mengenai masalahnya. Sumini terlilit utang sebesar Rp46 juta, padahal sebenarnya Jaelani juga sedang susah karena kesulitan ekonomi.
Sumini, katanya, juga terus menerus meminta Jaelani untuk menghilangkan ingatan rentenir agar dia terbebas dari utang.
Sampai pada hari Rabu (8/6/2016), Jaelani mengajak Sumini meditasi di salah satu tempat di Jalan Baru, Cakung,Jakarta Timur. Menuju ke lokasi, Sumini membonceng sepeda motor Jaelani.
"Korban SM sepanjang perjalanan bercerita terus tentang masalahnya, dikejar-kejar rentenir, (korban) maunya ada amalan supaya rentenirnya supaya lupa," kata Agung.
Sebenarnya, ketika itu, Jaelani sudah menjelaskan kepada Sumini bahwa tidak ada amalan untuk kasus Sumini.
Sampai di tempat yang dituju, Jaelani yang sudah lama kesal karena terus menerus mendengarkan curhat soal utang, meminta Sumini untuk berbaring.
"Setelah mulai telentang Jaelani, mengambil pisau yang sudah disiapkannya, dan menancapkan pisau ke leher korban hingga terputus kepala korban tanpa mencabut pisaunya (seperti memotong kambing)," kata Agung.
Setelah korban tak bernyawa, Jaelani mencabut pisau dari leher korban. Sejurus kemudian, dia menyeret jasad dan membuangnya ke parit dekat tempat kejadian perkara.
"Buru buru Jaelani menyeret korban dan diletakkan di parit,"ujar Agung.
Kepada penyidik, Jaelani mengaku berprofesi sebagai guru mengaji di daerah Cilincing, Jakarta Utara.
Dia juga mengaku pada hari Kamis (9/6/2016) atau sehari setelah membunuh Sumini, dia sempat mengajar mengaji. Setelah itu, dia melarikan diri ke Indramayu.
"Dia membawa uang Rp200 ribu milik korban dan dua ponsel korban yang merek Samsung S4 sempat dijual Rp1 juta untuk menambah ongkosnya ke Indramayu, Jawa Barat," ujar Agung.
Sampai akhirnya, Jaelani ditangkap pada Minggu (12/6/2016 di rumah istri keduanya, di Losarang, Indramayu.
Dia ditangkap bersama barang bukti yang yang diambil dari korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat
-
Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya
-
BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%
-
Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif