Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono didampingi jajaran Eselon I Kementerian PUPR menyambut kedatangan Tim Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2016 yang telah memantau jalur mudik di Jawa, Bali, Madura dan Sumatera. Setelah diterima, Tim Ekspedisi Elshinta menyampaikan hasil pantauannya ke Menteri Basuki.
Tim Ekspedisi Mudik Elshinta telah memulai perjalanannya memantau persiapan sarana dan prasarana jalan dan jembatan menghadapi arus mudik Lebaran 2016 di Pulau Jawa, Bali, Madura dan Sumatera pada 14 Juni 2016 lalu. Saat itu Tim Ekspedisi dilepas dari Kantor Kakorlantas Polri di Jalan MT Haryono, Jakarta.
Tim Ekspedisi Elshinta dibagi dua tim, yaitu Tim Ekspedisi Lintas Jawa, Bali dan Madura dan Tim Ekspedisi Lintas Sumatera.
Menteri Basuki di Kantor Kementerian PUPR, Selasa (28/6) menyampaikan rasa terima kasih kepada Tim Ekspedisi Elshinta karena telah memberikan informasi terkait jalur mudik Jawa, Bali, Madura dan Sumatera. Menteri Basuki pun mengakui bahwa kondisi jalan yang siap dilalui saat arus mudik nanti belum 100 persen.
“Sebelumnya 11 Eselon I Kementerian PUPR telah melakukan survei ke Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali dalam rangka inspeksi jalur mudik yang 90 persen lebih telah siap,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa Kementerian PUPR melakukan pemeliharaan dan pembangunan jalan bukan hanya saat menjelang arus mudik namun dilakukan sepanjang waktu.
Menjelang arus Mudik 2016 ini, lanjut Menteri Basuki, di Pulau Jawa ada satu titik yang dimonitor khusus yaitu Jembatan Sipait di Pekalongan. “Sore ini Dirjen Bina Marga sudah ada di sana dan beliau memberikan laporan bahwa H-6 sudah bisa dilalui (Jembatan Sipait),” ujarnya.
Dalam paparannya Tim Ekspedisi Lintas Jawa, Bali dan Madura menyampaikan bahwa kondisi jalan di daerah Banjar-Majenang bagus pasca mengaspalan di jalan tersebut. Kemudian daerah perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah sudah dalam kondisi layak dilintasi oleh pemudik nanti.
Lalu bila melintas di malam hari akan sangat terbantu dengan adanya mata kucing dan scotlight di kanan-kiri jalan yang tidak ada Penerangan Jalan Umum (PJU)-nya sebelum memasuki Ngawi, Jawa Timur. Kondisi jalan tersebut juga mulus untuk dapat dilintasi oleh para pemudik nanti. Kemudian kondisi jalan di persimpangan Weleri, Kendal, Jawa Tengah juga sudah bagus.
Untuk Jembatan Sipah, Tegal, Jawa Tengah yang masih dalam proses pengerjaan juga sudah masuk tahap penyelesaian dan siap untuk digunakan pada H-7.
Selain jalan bagus, ditemui juga potensi kemacetan akibat perbaikan jalan, misalnya jembatan yang sedang dibangun di Banyuwangi yang menjadi akses menuju Pelabuhan Ketapang. Sampai saat ini pengerjaannya belum rampung dan diprediksikan akan menyebabkan antrian kendaraan yang akan menyeberang dari Pelabuhan Ketapang.
Kemudian Jembatan Cipatat, Bandung Barat yang tidak akan selesai saat arus mudik dan akan menjadi potensi kepadatan kendaraan di jalur lintas Selatan. Lalu kondisi jalan setelah gerbang tol Kalijati, Cipali yang mengarah ke Sukamandi kondisi jalannya rusak dan minim perbaikan.
Untuk jalur Lintas Sumatera, jalan di Desa Karang Muara Enim menuju Baturaja kondisinya bagus dengan marka jalan yang baik namun masih kurang PJU. Secaran keseluruhan di daerah Sumatera sangat minim penerangan jalan bahkan di beberapa ruas jalan tidak ada PJU.
Lalu jalan di kawasan Pematang Panggang Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, jalan amblas di Desa Karang Raja Muara Enim belum ada tanda perbaikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
-
Pemkab Bangkalan Borong Jajanan PKL Saat Penyambutan Prabowo, Warga Nikmati Pembagian Gratis
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA
-
Wacana Gabungkan Pidsus dan Pidum, Burhanuddin Nilai Koordinasi Penanganan Perkara Lebih Efektif
-
Risky Tinggalkan Rutinitas Jual Ikan Keliling, Kini Menata Mimpi di Sekolah Rakyat
-
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara
-
Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran
-
Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa