Suara.com - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah memberikan kompensasi dengan menggratiskan tol Brebes sebagai bentuk empati atas peristiwa kemacetan di Tol tersebut yang menyebabkan meninggalnya belasan orang.
"Saya mengusulkan agar itu digratiskan sebagai bentuk bagi dalam tanda kutip pengakuan ketidaktepatan kebijakan pemerintah terkait jalan tol yang membuat kemacetan yang luar biasa itu. Itu bagian dari keadilan saja," kata Hidayat di sela-sela acara open house Lebaran, Kemang, Jakarta, Kamis (7/7/2016).
Politikus PKS ini menyatakan pengguna tol Brebes ini sudah membayar mahal untuk berangkat mudik namun kenyataanya malah dihadang macet. Karenanya, kata Hidayat, saat kembali dari mudik ini harusnya pemerintah memberikan kompensasi.
"Mereka bayar tol mahal lho. Tapi kemudian mereka terjebak. Lalu apa bedanya tol dengan tidak tol?" kata dia.
"Dan ini pelajaran yang sangat serius bagi pemerintah untuk diselesaikan. Arus balik nanti betul-betul dipikirkan untuk mengurangi kemacetan," kata dia.
Apalagi, sambungnya, jika dibandingkan dengan perhubungan udara dan laut, perhubungan darat kali ini sangatlah parah. Karenanya, pemerintah harus menanggapi masalah kemacetan ini dengan serius.
"Di penerbangan, hampir tidak terdengar ada masalah, kadang-kadang kan di udara ini ada delay, penumpang ngamuk di bandara, ini nggak kedengaran. Kemudian di penyeberangan pulau, dulu kita sering mendengar ada ribut, sekarang lancar-lancar saja. Justru di Brebes ini, dan faktor media, jadi terangkat luar biasa. Dan ini satu hal yang tidak bisa diterima," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya