Suara.com - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, meminta pejabat Kemenkumham di seluruh Indonesia untuk memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat. Ia mengatakan, kompleksitas kebutuhan masyarakat harus diakomodir semaksimal mungkin.
"Pelaksanaan tugas harus maksimal. Tuntutan masyarakat semakin tinggi, kadang rewel, saya meminta untuk terus memantau, mengevaluasi, mencari solusi yang baik jika ditemukan hal-hal tidak tepat," jelasnya melalui teleconference di ruang Control Room, Gedung Imigrasi, Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2016).
Selain itu, Yasonna juga menyoroti waktu pelayanan terhadap masyarakat. Ia mengatakan kepentingan masyarakat tidak dapat diprediksi waktunya. Oleh karena itu, penyedia layanan harus standby dari pagi hingga sore.
"Early morning service, drive through service, sunset service. Pelayanan kantor sore hari, ada yang meminta pagi hari. Ini diharapkan dilakukan secepatnya," imbuh Yasonna.
Selain itu, ia juga meminta agar pelayanan dapat disesuaikan dengan kearifan lokal di setiap daerah. "Ada pedagang yang pagi hari, maka pelayanan ditingkatkan. Kreasi dilakukan. Sesuaikan dengan daerah yang punya keunikan masing-masing," tutur Yasonna.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?