Suara.com - Donald Trump, akhirnya diresmikan sebagai wakil Partai Republik untuk maju dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat bulan November mendatang dalam konvensi Partai yang digelar Selasa (19/7/2016). Trump, yang selama ini kerap memicu kontroversi dengan ucapan dan rencana kebijakannya, berhasil menyingkirkan 16 saingannya dari kubu Republik.
Trump dikukuhkan sebagai capres Partai Republik setelah hasil pemungutan suara di seluruh negara bagian menempatkan Trump di posisi teratas dengan raihan delegasi terbanyak. Partai Republik juga menetapkan Gubernur Indiana Mike Pence, (57), pilihan Trump, (70), untuk menjadi pasangan calon wakilnya.
Pengusaha real estate dan selebriti televisi asal New York tersebut awalnya tak terlalu diperhatikan saat masuk bursa nominasi kandidat capres dari Partai Republik, lebih dari satu tahun silam. Pasalnya, Trump dinilai tidak pernah punya pengalaman politik.
Putra tertuanya, Donald Trump Jr., menyatakan bahwa New York, negara bagian kampung halaman mereka, memberikan dukungan bagi sang ayah, memastikan Trump meraih delegasi mayoritas, 1.237. Ia akan maju melawan wakil Partai Demokrat yang kemungkinan besar adalah Hillary Clinton.
"Selamat, Ayah. Kami menyayangimu," kata Trump Jr.
Clinton jadi bulan-bulanan
Setelah Trump dipastikan maju sebagai capres, rivalnya dari Partai Demokrat langsung buka suara.
"Donald Trump baru saja menjadi wakil Partai Republik. Marilah kita memastikan agar ia tidak akan pernah menginjakkan kakinya di Ruang Oval (Gedung Putih)," kicau Clinton di Twitter.
Pembicara demi pembicara yang tampil di hari pertama Konvensi Partai Republik di hall basket Quicken Loans, Cleveland, pada Senin (18/7/2016), melancarkan serangan kepada Clinton. Clinton disebut tidak memahami apa yang menjadi kekhawatiran rakyat Amerika. Clinton juga dituding hanya akan meneruskan kebijakan Presiden Barack Obama yang, menurut mereka, cenderung brutal.
Clinton sendiri akan diresmikan sebagai capres Partai Demokrat dalam Konvensi Partai Demokrat yang digelar pekan depan di Philadelphia. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
-
Rakyat AS Desak Anak Donald Trump Dikirim ke Iran: Jangan Jadi Pecundang!
-
Durasi Perang Iran Tidak Pasti, Donald Trump Plin-plan?
-
Infantino Bawa Pesan Trump untuk Iran: Izin, Kalian Tetap Main kan di Piala Dunia 2026?
-
Donald Trump Kini Persilakan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026
-
Mantan Penasihat Keamanan Amerika: Trump Bisa Jadikan Netanyahu Kambing Hitam
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
Terkini
-
Cerita KPK Kejar-kejaran dengan Kadis PUPRPKP Rejang Lebong yang Gendong Tas Isi Ratusan Juta
-
Warga Iran Dihantui Ancaman Serius, WHO Peringatkan Bahaya Fenomena Hujan Hitam
-
OTT Rejang Lebong, KPK Amankan Bukti Uang Rp756,8 Juta di Mobil Kadis hingga Kolong TV
-
Presiden PKS: Selamat Ulang Tahun ke-12 Suara.com, Selalu Membawa Kebaikan
-
Innalillahi Mojtaba Khamenei Jadi Korban Serangan AS - Israel ke Iran
-
Menhub Prediksi Mobil Pribadi dan Motor Dominasi Mudik 2026, Jalur Arteri Bakal Padat
-
Rakyat AS Desak Anak Donald Trump Dikirim ke Iran: Jangan Jadi Pecundang!
-
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Pensiunan JICT: Pelaku Panik saat Kepergok Mencuri
-
Bupati Rejang Lebong Diduga Terima Suap Ijon Rp980 Juta untuk Kebutuhan Lebaran
-
143 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Jateng Jadi Tujuan Utama