News / Nasional
Senin, 27 April 2026 | 16:10 WIB
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (Suara.com/Lilis Varwati)
Baca 10 detik
  • Menko PM Muhaimin Iskandar menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem nol persen pada tahun 2026 sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
  • Pemerintah menyasar 16.550 desa prioritas melalui program lintas kementerian dengan dukungan anggaran APBN dan APBD ratusan triliun rupiah.
  • Seluruh kementerian diminta mengubah paradigma kerja agar lebih fokus pada hasil nyata daripada sekadar penyerapan anggaran tahunan.

Suara.com - Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengakui, target penghapusan kemiskinan ekstrem 0 persen pada tahun 2026 tidak mudah dan termasuk waktu yang sangat sempit.

Namun, lantaran target tersebut arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025, Cak Imin memastikan pemerintah akan lakukan berbagai program lintas Kementerian diberbagai daerah, khususnya kantong kemiskinan.

“Daerah-daerah prioritas yang disasar adalah 16.550 desa/kelurahan sesuai dengan Kepmenko Pemberdayaan Masyarakat No.6 Tahun 2026,” kata Cak Imin saat membuka Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Plaza BP Jamsostek, Kuningan, Jakarta, Senin (27/04/2026).

Untuk itu, Cak Imin menegaskan pentingnya perubahan paradigma kerja seluruh Kementerian/Lembaga, dari sekadar berorientasi pada serapan anggaran menjadi fokus pada hasil nyata.

Cak Imin menyebutkan bahwa pemerintah telah menggelontorkan dana ratusan triliun untuk mengatasi kemiskinan eksrem. APBN yang dikeluarkan mencapai Rp503,2 triliun, serta penggunaan APBD sejumlah Rp129 triliun untuk mendukung program pengentasan kemiskinan di seluruh Indonesia.

“Kita akan terus bekerja keras untuk mencapai target 0 persen pada tahun 2026 dan maksimal 5 persen pada tahun 2029,” ujarnya.

Cak Imin menegaskan bahwa capaian ini menjadi pijakan penting untuk mencapai target yang lebih ambisius ke depan.

“Kita akan terus bekerja keras untuk mencapai target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026, dan menurunkan angka kemiskinan hingga maksimal lima persen pada 2029. Ini membutuhkan kerja bersama, konsistensi, dan fokus pada hasil nyata,” tegasnya.

Baca Juga: Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu: Kemiskinan Tak Selamanya Mematikan Harapan

Load More