- Menko PM Muhaimin Iskandar menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem nol persen pada tahun 2026 sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
- Pemerintah menyasar 16.550 desa prioritas melalui program lintas kementerian dengan dukungan anggaran APBN dan APBD ratusan triliun rupiah.
- Seluruh kementerian diminta mengubah paradigma kerja agar lebih fokus pada hasil nyata daripada sekadar penyerapan anggaran tahunan.
Suara.com - Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengakui, target penghapusan kemiskinan ekstrem 0 persen pada tahun 2026 tidak mudah dan termasuk waktu yang sangat sempit.
Namun, lantaran target tersebut arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025, Cak Imin memastikan pemerintah akan lakukan berbagai program lintas Kementerian diberbagai daerah, khususnya kantong kemiskinan.
“Daerah-daerah prioritas yang disasar adalah 16.550 desa/kelurahan sesuai dengan Kepmenko Pemberdayaan Masyarakat No.6 Tahun 2026,” kata Cak Imin saat membuka Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Plaza BP Jamsostek, Kuningan, Jakarta, Senin (27/04/2026).
Untuk itu, Cak Imin menegaskan pentingnya perubahan paradigma kerja seluruh Kementerian/Lembaga, dari sekadar berorientasi pada serapan anggaran menjadi fokus pada hasil nyata.
Cak Imin menyebutkan bahwa pemerintah telah menggelontorkan dana ratusan triliun untuk mengatasi kemiskinan eksrem. APBN yang dikeluarkan mencapai Rp503,2 triliun, serta penggunaan APBD sejumlah Rp129 triliun untuk mendukung program pengentasan kemiskinan di seluruh Indonesia.
“Kita akan terus bekerja keras untuk mencapai target 0 persen pada tahun 2026 dan maksimal 5 persen pada tahun 2029,” ujarnya.
Cak Imin menegaskan bahwa capaian ini menjadi pijakan penting untuk mencapai target yang lebih ambisius ke depan.
“Kita akan terus bekerja keras untuk mencapai target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026, dan menurunkan angka kemiskinan hingga maksimal lima persen pada 2029. Ini membutuhkan kerja bersama, konsistensi, dan fokus pada hasil nyata,” tegasnya.
Baca Juga: Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu: Kemiskinan Tak Selamanya Mematikan Harapan
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit
-
Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah