Suara.com - Ayah Wayan Mirna Salihin, Darmawan Salihin tidak mau menggubris pernyataan tim kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso yang cenderung menyebar asumsi jika kemungkinan ada keterlibatan pihak kafe Olivier terhadap kematian anaknya.
"Dia mau ngomong apa saja, biar saja. Pasti bela Jessica. Dia mau salahkan tukang kopi yang kecil-kecil," kata Darmawan sebelum sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2016).
Dia menilai soal air dalam teko yang terus dipertanyakan tim kuasa hukum Jessica. Menurutnya kemungkinan racun sianida pasti akan meledak apabila ditaruh dalam air panas.
"Saya coba sendiri air panas dimasukan sianida langsung meledak," katanya.
Dia juga mengaku punya bukti keterlibatan Jessica dalam kasus kematian Mirna. Hanya saja Darmawan enggan menyebutkan bukti yang dianggap signifikan untuk menguak keterlibatan Jessica dalam kasus tersebut.
"Kebohongan Jessica dengan yang kita punya, selesai!" kata Darmawan.
Lebih lanjut, Darmawan mengaku yakin semua kebohongan Jessica akan terbongkar di detik-detik putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim di persidangan
"Kan nanti sebelum palu diketuk, ada keluar 'jeder' kebongkar semua," katanya.
Di sidang kedelapan ini, Jaksa Penuntut Umum bakal menghadirkan empat saksi dari pegawai Kafe Olivier. Dua dari empat saksi yang rencananya dihadirkan yakni Devi selaku Manager Kafe Olivier dan seorang kasir bernama Jukiyah. Namun hingga kini, sidang yang diagenda pada pukul 09.00 WIB belun juga dimulai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pelabuhan Maumere Tetap Beroperasi Normal Pascagempa
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' di Tengah 177 Karhutla Palangka Raya, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Ungkap Pesona & UMKM, KKN-T 129 Undip Hadirkan Video Profil Desa Gogik
-
DPR Enggan Buru-buru Sikapi Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara
-
HONOR Pad 20 Pro Rilis: Tablet Tipis dengan Snapdragon 8s Gen 4 dan Baterai 10.100 mAh
-
Sepekan Lalu Menimpa Siswa SD Dumai, Kini Dugaan Keracunan MBG Terjadi di Kampar
-
Bye bye Saham Gocap, Harga Saham Paling Mentok Rp1
-
Dari Gita Wirjawan hingga Malaka Project: 5 Podcast Wajib Dengar Biar Wawasanmu Makin Terbuka
-
Terkuak di Sidang! Saksi Ngaku Setor Rp60 Juta ke Wakil Ketua DPRD Pekalongan Demi Jabatan
-
Gerak Cepat di Tengah Bencana, InJourney Group Salurkan Bantuan Untuk Masyarakat Terdampak di NTT