Suara.com - Sistem ganjil-genap pengganti '3 in 1' bagi para pengendara saat ini sudah diberlakukan hari ini Rabu (27/7/2016) di sejumlah jalan protokol di Jakarta.
Dalam ujicoba sistem tersebut masih ada pelanggar yang melintasi jalan dengan menggunakan kendaraan plat nomor yang tidak sesuai dengan peraturan kebijakan tersebut.
Salah satu pegendara, Anton (38) mengatakan bahwa dirinya dengan sistem yang sudah diberlakukan ganjil-genap menggantikan '3 in 1' yang sudah di uji coba hari ini. Dia terkejut saat diberhentikan sejumlah petugas.
"Iya, mas saya kira belum diberlakukan sistem ganjil-genap, Saya tidak tahu, tiba tiba di stop untungnya dikasih arahan saja," kata Anton di Traffic Light Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2016).
Selain itu juga dialami Ronald (43). Dia belum tahu sistem Ganjil-genap yang diperuntukan mengganti sistem '3 in 1' sudah diberlakukan hari ini. Menurutnya bila diketahui dari hari sebelumnya akan menggunakan jalur alternatif agar tidak terkena dalam ganjil-genap.
"Ya, kalau sudah berlaku ke depannya, paling cari jalur lain saja, ya petugas mengarahkan ada sistem baru pengganti '3 in 1' dikasih pengarahan nggak ditilang kok," ujar Ronald.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT