Suara.com - Badan anak-anak PBB, UNICEF berjanji akan tetap mengirimkan bantuan ke kawasan perang saudara di timur laut Nigeria. Ini menyusul ada serangan bersenjata terhadap iring-iringan pengiriman batuan kemanusiaan awal pekan ini.
Bantuan itu untuk warga yang terisolasi, terutama anak-anak.
"Kami akan terus memberikan bantuan kepada jutaan anak-anak yang terkena dampak konflik," begitu keteragan khusus UNICEF.
Sebelumnya Kamis kemarin pihak UNICEF menyatakan akan menangguhkan sementara pengiriman bantuan kemanusiaan karena serangan di kawasan kota timur laut Maiduguri.
Pekerja PBB memang mempunyai risiko berat dalam mengirimkan bantuan makanan. Sebab konflik terus meluas.
Hampir 250.000 anak menderita kekurangan gizi yang mengancam jiwa di Borno. Selain itu sekitar satu dari lima anak akan mati jika mereka tidak menerima pengobatan.
Di sisi lain Boko Haram masih melakukan pemboman di wilayah tersebut dan di negara tetangga Niger dan Kamerun. Sabtu ini, Niger mengatakan telah memperpanjang keadaan darurat di wilayah tenggara selama tiga bulan setelah serangkaian serangan oleh kelompok radikal. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Berapa Biaya Bulanan Motor Listrik Indomobil eMotor Tyranno?
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- Fajar Sadboy Kecelakaan, Keluarga Pingsan Dengar Kabar
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Survei Poltracking: Kepuasan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Global
-
Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
-
Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!
-
Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!
-
Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI
-
Viral Dulu Baru Ditangani? Pramono Anung Akui Keluhan Warganet Bikin Kinerja Pemprov Ngebut
-
Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS
-
Soal Dugaan AS Bebas Akses Wilayah Udara Indonesia, Sukamta: Kedaulatan Tak Bisa Ditawar
-
11 Ribu Warga Dicoret dari Daftar Penerima Bansos 2026, Ini Penjelasan Kemensos
-
Isu Fusi NasDem-Gerindra Mencuat, Saan Mustopa: Sebagai Ide tentu Dipertimbangkan, Itu Hal Biasa