Suara.com - Badan anak-anak PBB, UNICEF berjanji akan tetap mengirimkan bantuan ke kawasan perang saudara di timur laut Nigeria. Ini menyusul ada serangan bersenjata terhadap iring-iringan pengiriman batuan kemanusiaan awal pekan ini.
Bantuan itu untuk warga yang terisolasi, terutama anak-anak.
"Kami akan terus memberikan bantuan kepada jutaan anak-anak yang terkena dampak konflik," begitu keteragan khusus UNICEF.
Sebelumnya Kamis kemarin pihak UNICEF menyatakan akan menangguhkan sementara pengiriman bantuan kemanusiaan karena serangan di kawasan kota timur laut Maiduguri.
Pekerja PBB memang mempunyai risiko berat dalam mengirimkan bantuan makanan. Sebab konflik terus meluas.
Hampir 250.000 anak menderita kekurangan gizi yang mengancam jiwa di Borno. Selain itu sekitar satu dari lima anak akan mati jika mereka tidak menerima pengobatan.
Di sisi lain Boko Haram masih melakukan pemboman di wilayah tersebut dan di negara tetangga Niger dan Kamerun. Sabtu ini, Niger mengatakan telah memperpanjang keadaan darurat di wilayah tenggara selama tiga bulan setelah serangkaian serangan oleh kelompok radikal. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?