Suara.com - Organisasi Pemuda Panca Marga ikut melaporkan Koordinator Kontras Haris Azhar ke Bareskrim Polri lantaran dianggap mencemarkan nama baik Polri dan TNI. Hal ini terkait tulisan Haris yang tersebar di media sosial tentang dugaan keterlibatan pejabat TNI, BNN, dan Polri dalam bisnis narkoba berdasarkan hasil wawancara dengan terpidana mati Freddy Budiman.
"Atas dasar itu kita sangat prihatin atas pernyataan testimoni yang diungkapkan Haris Azhar yang melakukan pembohongan terhadap institusi negara khususnya TNI dan Polri makanya kami melaporkan perbuatan ke Bareskrim Polri," kata Ketua Pemuda Panca Marga Cabang Bekasi Jonly Nahampun di Bareskrim Polri, Kamis (4/8/2016).
Ketua organisasi binaan Polri dan TNI itu menganggap tulisan Haris tidak ada buktinya.
"Kami yakin Polri bersih sesuai aturan dan pekerja masing-masing. Kalau pun ada oknum ya oknumnya bukan institusinya," katanya.
Dia juga menyayangkan mengapa Haris baru menyebarkan tulisan berjudul Catatan dari Seorang Bandit beberapa saat sebelum Freddy dihukum mati di Nusakambangan, Jawa Tengah.
"Kalau nggak berbohong kenapa nggak tahun 2014 dikasih tahu, kedua kenapa setelah meninggal baru dikasih tahu," katanya.
Dalam laporan Pemuda Panca Marga juga disertakan barang bukti berupa tulisan Haris yang telah tersebar di media sosial Facebook.
"Bukti-bukti awal sekaligus pernyataan Haris Azhar," kata Jonly.
Laporannya bernomor LP/781/VIII/2016/Bareskrim tanggal 4 Agustus 2016. Haris dilaporkan menyebar fitnah dan pencemaran nama baik melalui media cetak dan elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 dan atau 311 KUHP.
Sebelum Panca Marga, Haris sudah lebih dulu dilaporkan TNI, BNN, dan Polri ke Mabes Polri, pada Rabu (4/8/2016).
Berita Terkait
-
Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus
-
Santai Jelang Diperiksa Polisi, Haris Azhar: Klarifikasi Pandji Masih Tahap Ngobrol
-
Cek Fakta: Haris Azhar Ajak Masyarakat Blokir Podcast Bocor Alus Politik Tempo
-
Hariz Azhar Bongkar Dugaan Pelanggaran HAM dan Orang Kuat di Balik Operasi Tambang PT GPU
-
MA Tolak Kasasi Jaksa, Tim Advokasi Fatia-Haris Bilang Begini
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Nyawa di Ujung Rel: 1.089 Perlintasan Liar Masih Mengintai Keselamatan Publik
-
Tak Mau Ikut May Day Fiesta, KASBI Desak DPR Buat Kebijakan Pro Buruh
-
Harga Minyak Dunia Terus Menyala, Keputusan Trump di Selat Hormuz Makin Perburuk Kondisi
-
Kado Pahit Jelang May Day, Perusahaan Global Commscope Diseret ke Meja Hijau PN Jakpus Soal PHK
-
Ogah Gabung May Day Bareng Prabowo, KPA Ingatkan Masalah Buruh-Petani dan Nelayan Belum Rampung
-
Kabar Baik Usai Kecelakaan Bekasi! KAI: 99% Kereta Kembali On Time, 20 Ribu Tiket Tuntas Direfund
-
Maut Tak Kasatmata: Leher Terjerat Benang Misterius, Pemotor di Karawang Tewas Berlumur Darah
-
Aliansi GEBRAK Bongkar Fakta Kekerasan Agraria, DPR Diminta Tak Lagi Diam
-
Pecah Telur ke Jakarta di Usia 60 Tahun, Buruh Cilacap Ini Rela Antre Sembako di Tengah Aksi May Day
-
KPA Tolak May Day Fiesta, Soroti Masalah Buruh hingga Petani Belum Tuntas